Tampilkan postingan dengan label KABA NAGARI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABA NAGARI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2026

Rembug Stunting Nagari Koto Laweh 2026: Satukan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting

 

Pemerintah Nagari Koto Laweh menggelar Rembug Stunting Tahun 2026 di Gedung Pertemuan Kantor Wali Nagari Koto Laweh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (11/06/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Nagari Koto Laweh.

Kegiatan tersebut dibuka oleh BPRN dan dihadiri oleh Kasi PMD Kecamatan X Koto, Didik WantoroWali Nagari Koto Laweh, Mulyadi, S.Pd., Mantari Basa,  Pendamping Desa Kecamatan X Koto, Risnaldi, ST, perwakilan UPT Puskesmas, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), perangkat nagari, serta berbagai unsur dan lembaga yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Koto Laweh, Mulyadi, S.Pd., Mantari Basa, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan keluarga agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," ujarnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan X Koto, Didik Wantoro, mengingatkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus menjadi perhatian bersama dan diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan nagari.

Pada kesempatan tersebut, Pendamping Desa Kecamatan X Koto, Risnaldi, ST, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rembug Stunting merupakan amanat berbagai regulasi nasional yang mengatur percepatan penurunan stunting secara terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa/nagari.

Beberapa regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan Rembug Stunting dan percepatan penurunan stunting antara lain:

  1. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
  2. Permendesa PDTT Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang mengarahkan pembangunan desa berbasis SDGs Desa.
  3. Permendesa PDT Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa, yang mengamanatkan dukungan Dana Desa untuk percepatan penurunan stunting.
  4. Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa yang menempatkan Rembug Stunting sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan desa/nagari.
  5. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting yang menekankan konvergensi program lintas sektor.

Dalam pemaparannya, Risnaldi menjelaskan bahwa hasil Rembug Stunting harus menjadi dasar penyusunan program prioritas dalam RKP Nagari Tahun 2027, sehingga kegiatan yang disepakati dapat didukung melalui APB Nagari dan berbagai sumber pendanaan lainnya.

"Rembug Stunting bukan hanya forum diskusi, tetapi menjadi wadah untuk menyepakati intervensi yang tepat sasaran berdasarkan data keluarga berisiko stunting. Hasilnya harus masuk ke dalam dokumen perencanaan nagari agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan," jelasnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas strategi percepatan penurunan stunting melalui dua pendekatan utama, yaitu Intervensi Gizi Spesifik dan Intervensi Gizi Sensitif.

Intervensi yang langsung menyasar kelompok sasaran utama, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, antara lain:

  • Pemeriksaan kehamilan secara rutin.
  • Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan ibu hamil.
  • Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK).
  • Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang.
  • Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita melalui Posyandu.
  • Imunisasi dasar lengkap.
  • Promosi dan pendampingan pemberian ASI Eksklusif.
  • Edukasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
  • Penanganan balita stunting dan gizi buruk.

Intervensi yang mendukung perbaikan faktor penyebab stunting secara tidak langsung, meliputi:

  • Penyediaan akses air minum layak dan aman.
  • Peningkatan sanitasi lingkungan dan jamban sehat.
  • Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • Ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan.
  • Peningkatan akses jaminan kesehatan bagi keluarga miskin.
  • Edukasi pola asuh anak dan keluarga.
  • Pencegahan perkawinan usia anak.
  • Penguatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
  • Peningkatan kualitas rumah layak huni.
  • Penguatan kapasitas kader Posyandu dan KPM.

Dalam sesi diskusi, para peserta secara aktif memberikan masukan dan usulan terkait upaya percepatan penurunan stunting. Beberapa usulan prioritas yang mengemuka antara lain peningkatan pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil berisiko, edukasi gizi keluarga, peningkatan kualitas sanitasi dan akses air bersih, pendampingan keluarga sasaran, serta penguatan kapasitas kader kesehatan di tingkat nagari.

Perwakilan UPT Puskesmas juga menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah preventif dalam menekan angka stunting.

Melalui Rembug Stunting ini, seluruh peserta menyepakati berbagai program dan kegiatan prioritas yang akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan Nagari Koto Laweh Tahun 2027. Hasil kesepakatan Rembug Stunting akan langsung menjadi bahan usulan prioritas dalam penyusunan RKP Nagari Tahun 2027, sehingga program pencegahan dan penanganan stunting dapat memperoleh dukungan kebijakan dan pendanaan yang memadai.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Nagari Koto Laweh terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting demi terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di masa depan.

TPP INDONESIA | TPP SUMBAR | TPP TANAH DATAR

Musyawarah Nagari Singgalang Susun RKP Tahun 2027, Wujudkan Pembangunan Partisipatif dan Berkelanjutan

 

Pemerintah Nagari Singgalang menggelar Musyawarah Nagari Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 pada Kamis (18/06/2026) bertempat di Aula Kantor Wali Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, unsur Forkopimca Kecamatan X Koto, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Wali Nagari Singgalang Seri Mesra, S.Hum, Dt Pangulu Basa Nan Kuruih, unsur Kerapatan Adat Nagari (KAN), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, lembaga kemasyarakatan nagari, serta Pendamping Desa Kecamatan X Koto, Risnaldi, ST.

Musyawarah Nagari merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan nagari yang bertujuan untuk menyepakati arah kebijakan, program, dan kegiatan prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2027. Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh unsur masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra, S.Hum, Dt Pangulu Basa Nan Kuruih, menyampaikan bahwa penyusunan RKP Nagari Tahun 2027 harus selaras dengan dokumen RPJM Nagari serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang berkembang dari waktu ke waktu. Ia mengajak seluruh peserta musyawarah untuk memberikan masukan dan usulan yang konstruktif guna mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari, lembaga nagari, dan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan. Menurutnya, RKP Nagari merupakan dokumen perencanaan tahunan yang menjadi dasar penyusunan APB Nagari Tahun 2027 sehingga harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memperhatikan skala prioritas pembangunan.

Dalam sesi pembahasan, peserta musyawarah mencermati berbagai usulan yang berasal dari musyawarah jorong, hasil Rembug Stunting, evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun sebelumnya, serta kebutuhan pembangunan yang berkembang di tengah masyarakat. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana nagari, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi nagari, serta percepatan penurunan stunting.

Pada kesempatan tersebut, Pendamping Desa Kecamatan X Koto, Risnaldi, ST, menyampaikan materi terkait kebijakan perencanaan pembangunan desa dan nagari Tahun 2027 yang mengacu pada regulasi yang berlaku serta prinsip pembangunan berbasis SDGs Desa. Ia menekankan pentingnya penyusunan program dan kegiatan yang terukur, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nagari Singgalang.

Musyawarah berlangsung secara aktif dan partisipatif dengan berbagai masukan dari unsur BPRN, KAN, tokoh masyarakat, serta peserta lainnya. Hasil kesepakatan musyawarah nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan RKP Nagari Singgalang Tahun 2027 dan selanjutnya dituangkan dalam APB Nagari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui Musyawarah Nagari ini, Pemerintah Nagari Singgalang berharap dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, aspiratif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya Nagari Singgalang yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

TPP INDONESIA | TPP SUMBAR | TPP TANAH DATAR

Minggu, 24 Mei 2026

Kenali Makanan dan Minuman Sehat agar Asam Lambung Tidak Mudah Naik

 

Makanan dan Minuman Sehat bagi Penderita Asam Lambung, Ini yang Dianjurkan Ahli

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD menjadi salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Gejalanya seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, perut kembung, hingga rasa pahit di mulut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kekambuhan asam lambung adalah menjaga pola makan dan memilih makanan serta minuman yang tepat. Konsumsi makanan sehat dapat membantu menenangkan lambung dan memperbaiki sistem pencernaan.

Makanan yang Baik untuk Lambung

Beberapa jenis makanan diketahui aman dan baik dikonsumsi penderita asam lambung karena mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung.

1. Oatmeal

Oatmeal kaya serat dan mampu menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, makanan ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan baik untuk kesehatan pencernaan.

2. Pisang

Buah pisang memiliki sifat basa alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Teksturnya yang lembut juga aman bagi lambung sensitif.

3. Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung.

4. Sayuran Hijau

Sayuran seperti brokoli, wortel, buncis, dan labu siam rendah lemak serta tinggi serat sehingga aman dikonsumsi penderita GERD.

5. Daging Tanpa Lemak

Dada ayam tanpa kulit atau ikan rendah lemak lebih mudah dicerna dibanding makanan berlemak tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung.

6. Nasi Putih dan Kentang

Kedua makanan ini menjadi sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.

Minuman yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Selain makanan, pemilihan minuman juga sangat penting agar lambung tetap nyaman dan tidak mudah kambuh.

1. Air Putih

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan mencegah dehidrasi.

2. Teh Chamomile

Teh herbal ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menenangkan lambung dan mengurangi stres.

3. Teh Jahe

Jahe dapat membantu meredakan mual dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

4. Air Kelapa Muda

Air kelapa memiliki sifat alkali alami yang membantu menetralkan asam lambung dan menyegarkan tubuh.

5. Jus Wortel

Jus wortel rendah asam dan kaya vitamin sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Penderita asam lambung disarankan membatasi makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, cokelat, kopi, minuman bersoda, dan buah yang terlalu asam seperti jeruk serta nanas.

Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat dan langsung tidur setelah makan juga perlu dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain menjaga pola makan, penderita asam lambung juga dianjurkan mengelola stres, rutin berolahraga ringan, dan menjaga berat badan ideal agar gejala tidak mudah kambuh.

Dengan memilih makanan dan minuman yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat, penderita asam lambung dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif setiap hari.

Lambung Sehat, Aktivitas Lancar: Begini Pola Hidup Sehat untuk Penderita GERD

 

Pola Hidup Sehat Penderita Sakit Asam Lambung: Kunci Hidup Nyaman dan Produktif

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga rasa pahit di mulut.

Meski sering dianggap sepele, asam lambung yang kambuh terus-menerus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mengontrol gejala dan mencegah kekambuhan.

Makan Teratur dan Pilih Makanan Sehat

Penderita asam lambung dianjurkan makan secara teratur dengan porsi kecil namun lebih sering, sekitar 3–5 kali sehari. Kebiasaan makan berlebihan dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, makanan rendah lemak dan tidak terlalu pedas lebih aman dikonsumsi. Sayur, buah non-asam seperti pisang dan pepaya, serta oatmeal menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan lambung.

Sebaliknya, makanan pedas, gorengan, santan, kopi, minuman bersoda, dan cokelat sebaiknya dikurangi karena dapat memicu iritasi lambung.

Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga menjadi salah satu penyebab asam lambung mudah naik. Idealnya, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan dengan baik.

Saat tidur, penderita asam lambung juga disarankan menggunakan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm untuk membantu mencegah refluks asam lambung.

Kelola Stres dan Jaga Berat Badan

Stres berlebihan dapat memperparah gangguan lambung. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dengan istirahat cukup, relaksasi, olahraga ringan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Menjaga berat badan ideal juga sangat penting. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Perbanyak Minum Air Putih dan Olahraga Ringan

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap baik. Selain itu, olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya asam lambung.

Kapan Harus ke Dokter?

Penderita asam lambung perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala seperti nyeri ulu hati yang sering kambuh, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau muntah darah.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, penderita asam lambung dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung (KJA), Peluang Usaha Menjanjikan

 

Panen Menjanjikan! Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung Jadi Peluang Emas Masyarakat

X Koto — Budidaya ikan nila menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) kini menjadi salah satu usaha perikanan yang semakin diminati masyarakat. Selain mudah dikembangkan, usaha ini dinilai mampu memberikan keuntungan besar dengan memanfaatkan potensi perairan seperti danau, waduk, sungai, maupun embung.

Metode KJA dilakukan dengan menempatkan ikan nila di dalam jaring terapung yang dipasang di perairan terbuka. Sistem ini memungkinkan sirkulasi air berlangsung alami sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan sehat. Tidak heran, budidaya nila KJA kini menjadi andalan banyak kelompok usaha perikanan di berbagai daerah.

Menurut panduan budidaya yang diterbitkan WWF-Indonesia, keberhasilan usaha KJA sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, kualitas air, pakan, serta manajemen pemeliharaan ikan. Link patkan Buku Panduan Budidaya Ikan Nila Sistim KJA

Ikan nila sendiri dikenal memiliki daya tahan tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Dalam waktu sekitar 4 hingga 6 bulan, ikan sudah dapat dipanen dengan ukuran konsumsi mencapai 300 gram hingga 1 kilogram per ekor.

Selain memiliki pasar yang luas, budidaya nila KJA juga dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Dengan pengelolaan yang baik, satu unit keramba dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar setiap siklus panen.

Pemilihan lokasi menjadi faktor utama dalam usaha ini. Perairan yang ideal memiliki kedalaman cukup, arus air stabil, tidak tercemar limbah, serta memiliki akses transportasi yang mudah. Lokasi yang tepat akan membantu menjaga kualitas air dan mengurangi risiko penyakit ikan.

Dalam proses pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kebutuhan ikan. Kebersihan jaring, pengawasan kesehatan ikan, serta pengontrolan kualitas air juga harus dilakukan secara rutin agar hasil panen maksimal.

Pemerintah daerah dan pendamping masyarakat terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui pembinaan kelompok budidaya, diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha perikanan secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan tingginya permintaan pasar terhadap ikan nila, budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung dipandang sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa depan. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar perairan.

Sabtu, 23 Mei 2026

Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan


Cara Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan

1. Pengertian Tumpang Sari Cabe

Budidaya cabe tumpang sari adalah sistem penanaman cabe yang dikombinasikan dengan tanaman lain dalam satu lahan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko gagal panen, dan menambah pendapatan petani.

Di daerah pegunungan, sistem tumpang sari sangat cocok karena:

  • Suhu lebih sejuk
  • Curah hujan cukup tinggi
  • Tanah relatif subur
  • Risiko erosi lebih besar sehingga perlu penutup lahan

Tanaman yang cocok ditumpangsarikan dengan cabe antara lain:

  • Bawang merah
  • Kubis
  • Sawi
  • Tomat
  • Jagung
  • Kacang panjang
  • Seledri

2. Syarat Tumbuh Cabe di Daerah Pegunungan

FaktorKriteria Ideal
                 Ketinggian                   700–1.500 mdpl
                 Suhu18–28°C
                 Curah hujan800–2.000 mm/tahun
                 pH tanah5,5–6,8
                 Jenis tanahGembur dan subur
                 DrainaseTidak tergenang

3. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan

A. Pemilihan Lokasi

Pilih lahan yang:

  • Mendapat sinar matahari minimal 6–8 jam/hari
  • Dekat sumber air
  • Tidak rawan longsor
  • Memiliki akses jalan pertanian
  • Drainase baik

B. Pengolahan Tanah

Langkah pengolahan:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah sedalam 30–40 cm
  3. Buat bedengan mengikuti kontur lahan untuk mencegah erosi
  4. Lebar bedengan 100–120 cm
  5. Tinggi bedengan 30–40 cm
  6. Jarak antar bedengan 50–60 cm

C. Pemberian Pupuk Dasar

Per bedengan:

  • Pupuk kandang matang: 15–20 ton/ha
  • Dolomit: 1–2 ton/ha
  • NPK dasar: 200–300 kg/ha

Diamkan lahan selama 7–14 hari sebelum tanam.


4. Pemilihan Benih Cabe

Gunakan benih unggul dengan kriteria:

  • Tahan penyakit
  • Produktivitas tinggi
  • Cocok dataran tinggi
  • Umur panen seragam

Contoh varietas:

  • Cabe merah keriting
  • Cabe besar
  • Cabe rawit dataran tinggi

5. Penyemaian Benih Cabe

Media Semai

Campuran:

  • Tanah halus
  • Pupuk kandang matang
  • Sekam bakar

Perbandingan 1:1:1

Cara Penyemaian

  1. Isi tray semai/polybag kecil
  2. Tanam benih sedalam 0,5 cm
  3. Siram pagi dan sore
  4. Beri naungan plastik UV/paranet
  5. Bibit siap tanam umur 21–30 hari

Ciri bibit siap tanam:

  • Tinggi 10–15 cm
  • Memiliki 4–6 helai daun
  • Batang kokoh

6. Sistem Tumpang Sari Cabe

A. Pola Tanam

1. Cabe + Bawang Merah

Keuntungan:

  • Mengurangi serangan hama
  • Pendapatan lebih cepat

Pola:

  • Cabe jarak 60 x 70 cm
  • Bawang merah di sela barisan cabe

2. Cabe + Kubis/Sawi

Keuntungan:

  • Menutup tanah
  • Mengurangi erosi

3. Cabe + Jagung

Keuntungan:

  • Sebagai penahan angin
  • Mengurangi kerusakan tanaman cabe

Jagung ditanam di pinggir lahan.


7. Penanaman Cabe

Langkah Penanaman

  1. Buat lubang tanam
  2. Siram bibit sebelum dipindah
  3. Tanam sore hari
  4. Lepaskan polybag dengan hati-hati
  5. Padatkan tanah di sekitar tanaman
  6. Pasang ajir/bambu penyangga

Jarak Tanam

  • Cabe merah: 60 x 70 cm
  • Cabe rawit: 50 x 60 cm

8. Pemeliharaan Tanaman

A. Penyiraman

  • Dilakukan pagi atau sore
  • Hindari genangan air
  • Musim kemarau: 1–2 kali sehari

B. Penyulaman

Dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam.

C. Penyiangan

  • Bersihkan gulma rutin
  • Dilakukan setiap 2–3 minggu

D. Pemupukan Susulan

Umur 15 HST

  • NPK 5 gram/tanaman

Umur 30 HST

  • NPK + KCl

Umur 45 HST

  • Tambahkan pupuk organik cair

Pemupukan dilakukan melingkar 10 cm dari batang.

E. Perempelan

Buang:

  • Tunas liar
  • Daun tua
  • Cabang tidak produktif

9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Umum

HamaGejalaPengendalian
ThripsDaun keritingInsektisida nabati/perangkap
Kutu daunDaun menguningSemprot pestisida organik
Ulat buahBuah berlubangSanitasi kebun

Penyakit Umum

PenyakitGejalaPengendalian
Layu fusariumTanaman layuDrainase baik
Busuk buahBuah hitamFungisida sesuai dosis
AntraknosaBercak pada buahBuang buah sakit

Pencegahan

  • Gunakan mulsa plastik
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pupuk organik
  • Jaga kebersihan lahan

10. Panen Cabe

Umur Panen

  • Cabe rawit: 75–90 hari
  • Cabe merah: 90–110 hari

Ciri Cabe Siap Panen

  • Warna merah merata
  • Ukuran maksimal
  • Buah keras dan segar

Cara Panen

  • Petik bersama tangkai
  • Panen pagi hari
  • Gunakan gunting/pisau tajam

Frekuensi panen:

  • 3–7 hari sekali

11. Keuntungan Sistem Tumpang Sari

Keuntungan Ekonomi

  • Pendapatan lebih stabil
  • Risiko gagal panen lebih kecil
  • Efisiensi lahan lebih tinggi

Keuntungan Lingkungan

  • Mengurangi erosi
  • Menjaga kesuburan tanah
  • Mengurangi gulma

Keuntungan Produksi

  • Penggunaan pupuk lebih efisien
  • Mengurangi serangan hama tertentu
  • Produksi lahan meningkat

12. Tips Sukses Budidaya Cabe Pegunungan

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak
  2. Buat saluran drainase yang baik
  3. Hindari penanaman saat hujan ekstrem
  4. Gunakan pupuk kandang matang
  5. Semprot pestisida nabati secara rutin
  6. Pasang ajir kuat karena daerah pegunungan sering berangin
  7. Gunakan varietas tahan penyakit
  8. Lakukan rotasi tanaman setelah panen

13. Contoh Jadwal Budidaya Cabe Tumpang Sari

KegiatanWaktu
Pengolahan lahanMinggu 1
Penyemaian benihMinggu 1
Pembuatan bedenganMinggu 2
PenanamanMinggu 4
Pemupukan susulanMinggu 6
Pengendalian hamaRutin
Panen awalMinggu 11–14

14. Penutup

Budidaya cabe tumpang sari di daerah pegunungan sangat potensial meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, serta pengendalian hama yang baik menjadi kunci keberhasilan usaha tani cabe di dataran tinggi.

Dengan penerapan sistem tumpang sari, petani dapat memanfaatkan lahan secara optimal, menjaga kesuburan tanah, dan mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca maupun serangan hama penyakit.

Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

 

Cara Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

Budidaya cabe di daerah kaki Gunung Singgalang memiliki potensi sangat baik karena suhu sejuk, tanah subur, dan ketersediaan air cukup. Namun, kondisi pegunungan juga memiliki tantangan seperti curah hujan tinggi, kabut, dan serangan penyakit jamur. Berikut langkah budidaya cabe yang cocok diterapkan di wilayah pegunungan seperti Kecamatan X Koto dan sekitarnya.


1. Pemilihan Lokasi

Kriteria lahan yang baik:

  • Ketinggian: 800–1.400 mdpl
  • Mendapat sinar matahari cukup
  • Drainase baik (tidak tergenang)
  • Dekat sumber air
  • pH tanah ideal 5,5–6,8

Tips:

Buat bedengan mengikuti kontur lahan agar mengurangi erosi di daerah miring.


2. Pemilihan Varietas Cabe

Varietas yang cocok di daerah dingin:

  • Cabe merah keriting: Lado F1, Kencana, TM 999
  • Cabe rawit: Dewata 43, Bara, Bhaskara
  • Cabe besar: Tanjung 2, Kastilo

Pilih benih:

  • Bersertifikat
  • Tahan penyakit
  • Cocok untuk dataran tinggi

3. Pengolahan Lahan

Langkah:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah
  3. Buat bedengan:
    • Lebar: 100–120 cm
    • Tinggi: 30–40 cm
    • Jarak antar bedengan: 50–60 cm
  4. Berikan pupuk kandang matang:
    • 15–20 ton/hektar
  5. Tambahkan dolomit bila tanah asam

Mulsa:

Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk:

  • Menekan gulma
  • Menjaga kelembaban
  • Mengurangi penyakit

4. Penyemaian Benih

Cara:

  • Rendam benih air hangat ±3 jam
  • Semai pada tray atau polybag kecil
  • Gunakan media:
    • tanah
    • kompos
    • sekam bakar
  • Simpan di tempat teduh

Bibit siap tanam umur:

  • 20–30 hari
  • Memiliki 4–6 helai daun

5. Penanaman

Jarak tanam:

  • 60 × 70 cm
    atau
  • 70 × 70 cm

Waktu tanam terbaik:

  • Awal musim kemarau
  • Hindari puncak hujan karena rawan busuk dan jamur

Cara:

  • Tanam sore hari
  • Siram secukupnya
  • Pasang ajir/bambu penyangga sejak awal

6. Pemupukan

Pemupukan Dasar:

  • Pupuk kandang
  • NPK
  • SP-36
  • KCl

Pemupukan Susulan:

Dilakukan setiap 10–14 hari:

  • NPK
  • Pupuk organik cair
  • Kalsium dan magnesium untuk mencegah busuk buah

Tips:

Di daerah dingin, pertumbuhan lebih lambat sehingga pemupukan harus teratur tetapi tidak berlebihan.


7. Pengairan

Daerah kaki Singgalang biasanya lembab, sehingga:

  • Penyiraman cukup 1–2 kali sehari saat kemarau
  • Saat hujan, pastikan saluran air lancar

Jangan sampai akar tergenang.


8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama umum:

  • Thrips
  • Kutu daun
  • Ulat buah
  • Lalat buah

Penyakit umum daerah pegunungan:

  • Patek/antraknosa
  • Layu fusarium
  • Busuk batang
  • Embun tepung

Pengendalian:

  • Gunakan mulsa
  • Sanitasi kebun
  • Buang buah terserang
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pestisida sesuai dosis bila diperlukan

Tips penting:

Kabut dan hujan di pegunungan mempercepat jamur berkembang. Jaga sirkulasi udara dengan pemangkasan ringan.


9. Pemeliharaan

Lakukan:

  • Penyiangan gulma
  • Pengikatan batang ke ajir
  • Pemangkasan tunas bawah
  • Pengecekan hama rutin

10. Panen

Cabe mulai panen:

  • Umur 75–100 hari setelah tanam
  • Panen setiap 3–5 hari

Ciri cabe siap panen:

  • Warna merah merata
  • Buah padat dan mengkilap

Potensi hasil:

Dengan perawatan baik:

  • 10–20 ton/hektar

Tips Sukses Budidaya Cabe di Kaki Gunung Singgalang

✅ Gunakan pupuk organik lebih banyak
✅ Hindari tanam saat curah hujan ekstrem
✅ Gunakan varietas tahan penyakit
✅ Perhatikan drainase lahan miring
✅ Lakukan penyemprotan preventif jamur saat musim kabut
✅ Manfaatkan sistem tumpang sari untuk mengurangi risiko gagal panen


Peluang Usaha

Budidaya cabe di kawasan X Koto dan sekitar Singgalang sangat potensial karena:

  • Permintaan pasar tinggi
  • Dekat sentra wisata dan pasar tradisional
  • Cocok dikembangkan BUMNag dan kelompok tani
  • Bisa dikombinasikan dengan pertanian organik dan agrowisata

Jumat, 22 Mei 2026

Kecamatan X Koto Bergerak Cepat, Empat Nagari Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026

 

X Koto, Tanah Datar — Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan X Koto. Empat nagari di wilayah tersebut telah berhasil mencairkan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Nagari yang telah menerima pencairan Dana Desa Tahap II tersebut yaitu:

  1. Nagari Pandai Sikek sebesar Rp149.094.000,- pada 20 Mei 2026
  2. Nagari Tambangan sebesar Rp123.374.400,- pada 20 Mei 2026
  3. Nagari Jaho sebesar Rp96.037.600,- pada 22 Mei 2026
  4. Nagari Koto Laweh sebesar Rp149.382.400,- pada 22 Mei 2026

Pencairan Dana Desa Tahap II ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nagari, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap program penanganan stunting dan penguatan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Pemerintah Kecamatan X Koto mengapresiasi nagari yang telah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi dan realisasi kegiatan sehingga proses pengajuan Dana Desa Tahap II dapat berjalan lancar. Pemerintah kecamatan juga berharap nagari lainnya di Kecamatan X Koto segera menuntaskan laporan pertanggungjawaban serta melengkapi dokumen persyaratan agar pengajuan pencairan Dana Desa Tahap II dapat segera diproses.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan X Koto menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada pemerintah nagari, baik dalam penyusunan laporan, penataan administrasi, maupun percepatan pelaksanaan kegiatan dana desa.

“Kami berharap seluruh nagari di Kecamatan X Koto dapat segera mengajukan pencairan Dana Desa Tahap II sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan cairnya Dana Desa Tahap II ini, diharapkan seluruh kegiatan pembangunan di nagari dapat berjalan lebih optimal serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan X Koto.

Rabu, 18 Maret 2026

30 KPM di Pandai Sikek Terima BLT-DD 2026, Disalurkan Tunai dan Dikawal Ketat

Pandai Sikek — Pemerintah Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2026 kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (17/3/2026).

Penyaluran yang dilaksanakan secara tunai ini bertempat di wilayah Nagari Pandai Sikek dan turut dihadiri oleh unsur BPRN, TAPM, pendamping desa, serta para KPM yang didampingi oleh masing-masing kepala jorong.

Dalam kegiatan tersebut, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjaga daya beli di tengah kondisi ekonomi.

Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan, Dt. Bandaro, menyampaikan bahwa penyaluran BLT-DD ini merupakan bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Penyaluran BLT-DD ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Kami juga memastikan bahwa bantuan ini disalurkan tepat sasaran sesuai dengan data yang telah ditetapkan melalui musyawarah nagari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam proses penyaluran bantuan agar berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Kami melibatkan berbagai unsur, seperti BPRN, pendamping desa, dan kepala jorong, untuk memastikan proses penyaluran berjalan transparan, tertib, dan akuntabel,” tambahnya.

Dengan tersalurkannya BLT-DD Tahun 2026 ini, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya pemerintah nagari dalam meningkatkan kesejahteraan warga.



Jumat, 13 Maret 2026

Ringankan Beban Warga, Nagari Tambangan Salurkan BLT-DD kepada 26 KPM

 


Tambangan - Pemerintah Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan I Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat. Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan besaran Rp150.000 per bulan.

Kegiatan penyaluran BLT-DD ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bersumber dari Dana Desa untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat sesuai dengan hasil pendataan dan musyawarah nagari.

Acara penyaluran BLT-DD ini dipimpin oleh Ketua BPRN dan turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra.

Wali Nagari Tambangan, Afrinal, Dt. Talanai, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Pemerintah Nagari Tambangan berkomitmen agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Afrinal, Dt. Talanai.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Sementara itu, TAPM Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu program prioritas yang harus dilaksanakan oleh pemerintah nagari sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan terlaksananya penyaluran BLT-DD Triwulan I Tahun 2026 ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima manfaat serta mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Tambangan.

Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 di Nagari Panyalaian, 32 KPM Terima Bantuan

 


Panyalaian – Pemerintah Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan I Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat pada Rabu, 12 Maret 2026.

Sebanyak 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari program perlindungan sosial pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung dengan tertib dan lancar serta dihadiri oleh unsur pemerintah nagari, pendamping desa, serta masyarakat penerima manfaat. Penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta memastikan bahwa Dana Desa dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga yang membutuhkan.

Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah, menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bagian dari program prioritas penggunaan Dana Desa yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu di nagari.

Ia menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan telah melalui proses musyawarah nagari sehingga bantuan tersebut dapat tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penyaluran BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Pemerintah Nagari Panyalaian berkomitmen untuk melaksanakan program Dana Desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah.

Lebih lanjut ia berharap agar bantuan yang diterima oleh masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat desa yang membutuhkan.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Nagari Panyalaian yang telah melaksanakan penyaluran BLT Dana Desa sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel sehingga seluruh program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nagari.

Dengan tersalurkannya BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial di tingkat nagari.

Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial.

Kamis, 12 Maret 2026

Nagari Paninjauan Salurkan BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 kepada 30 KPM

 


Paninjauan – Pemerintah Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2026 untuk periode Januari, Februari, dan Maret 2026 pada 12 Maret 2026. Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan melalui mekanisme musyawarah nagari.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, sehingga untuk penyaluran tiga bulan sekaligus, masing-masing penerima memperoleh Rp450.000.

Penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Wali Nagari Paninjauan, Drs. Afrizal, M.Pd, menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mendukung program pemerintah pusat sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

“BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok keluarga,” ujar Afrizal.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah nagari berupaya agar penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat desa atau nagari.

Menurutnya, pemerintah nagari memiliki peran penting dalam memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik serta tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dengan terlaksananya penyaluran BLT Dana Desa ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran pemerintah nagari dalam mendukung program perlindungan sosial di tingkat nagari.

Selasa, 10 Maret 2026

Tiga Nagari di Kecamatan X Koto Cairkan Dana Desa Tahap I 2026, BLT-DD Januari–Maret Segera Disalurkan

 


X Koto – Tiga nagari di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar telah menerima penyaluran Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 pada 10 Maret 2026. Penyaluran dana desa ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan nagari serta pemberdayaan masyarakat.

Adapun nagari yang telah menerima Dana Desa Tahap I Tahun 2026 yaitu:

  1. Nagari Paninjauan sebesar Rp 224.073.600,-
  2. Nagari Tambangan sebesar Rp 185.061.600,-
  3. Nagari Panyalaian sebesar Rp 224.073.600,-

Dengan telah dicairkannya Dana Desa Tahap I tersebut, pemerintah nagari diharapkan segera melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan dalam APB Nagari Tahun 2026, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran BLT-DD Tahap I tersebut mencakup bantuan untuk bulan Januari, Februari dan Maret Tahun 2026, sehingga masyarakat penerima manfaat dapat segera merasakan dampak dari program bantuan pemerintah melalui Dana Desa.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa dengan telah masuknya Dana Desa Tahap I ke rekening kas nagari, pemerintah nagari diharapkan dapat segera menyalurkan BLT-DD kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Dengan telah dicairkannya Dana Desa Tahap I, kami berharap pemerintah nagari dapat segera menyalurkan BLT Dana Desa untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat sesuai dengan data yang telah ditetapkan melalui musyawarah nagari,” ujar Irwadi Agusra via WA.

Ia juga menekankan agar penyaluran BLT Dana Desa dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga bantuan tersebut benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan X Koto juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses pencairan Dana Desa Tahap I ini. Melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rahmat Nafri bersama Pendamping Desa, pemerintah kecamatan melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada pemerintah nagari dalam proses pemenuhan persyaratan pencairan dana desa.

Pendampingan tersebut meliputi verifikasi kelengkapan dokumen, memastikan APB Nagari telah ditetapkan, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Kecamatan, Pendamping Desa, serta Pemerintah Nagari, proses pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Kecamatan X Koto dapat berjalan dengan lancar.

Diharapkan melalui pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dan akuntabel, berbagai program pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan prioritas seperti ketahanan pangan dan bantuan sosial kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari di Kecamatan X Koto.


Senin, 09 Maret 2026

BIMTEK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BUMNAG BERDASARKAN KEPMENDESA PDT NO. 136 TAHUN 2022 SE-KECAMATAN X KOTO

 


Singgalang – Pemerintah Kecamatan X Koto melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) berdasarkan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022 pada Jumat, 6 Maret 2026 bertempat di Aula Nagari Singgalang.

Bimtek ini dihadiri oleh Kasi PMD Kecamatan X Koto Rahmat Nafri, TAPM Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra dan Sekretais Nagari Singgalang Winnetou, S.Kom serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Dina Mariani.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan pengelola BUMNag se-Kecamatan X Koto, serta dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan pendamping desa. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam menyusun laporan keuangan yang tertib administrasi, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber, yaitu Risnaldi selaku Pendamping Desa dan Nofiyanti selaku Pengelola BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Nagari Koto Baru. Kedua narasumber menyampaikan materi terkait sistem pencatatan keuangan BUMNag, penyusunan jurnal transaksi, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), serta laporan arus kas sesuai dengan ketentuan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan praktik penyusunan laporan keuangan, sehingga para peserta dapat memahami secara teknis bagaimana mencatat setiap transaksi usaha hingga menjadi laporan keuangan yang lengkap dan sesuai standar.


Irwadi Agusra, selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuangan BUMNag berdasarkan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022 sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam tata kelola administrasi dan keuangan usaha nagari. Menurutnya, laporan keuangan yang disusun dengan baik dan sesuai standar akan menjadi dasar dalam menilai kinerja usaha BUMNag serta meningkatkan kepercayaan pemerintah nagari dan masyarakat terhadap pengelolaan BUMNag.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan BUMNag harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional, sehingga setiap kegiatan usaha yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Melalui kegiatan bimtek ini diharapkan para pengelola BUMNag dapat memahami secara teknis proses pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022.

Selain itu, Irwadi Agusra berharap agar BUMNag di Kecamatan X Koto dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi nagari serta kesejahteraan masyarakat.

Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmat Nafri, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Ia berharap melalui kegiatan ini seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto mampu menyusun laporan keuangan secara baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keberadaan BUMNag benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian nagari.

Sementara itu, Sekretaris Nagari Singgalang, Winnetou, S.Kom, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Bimtek di Aula Nagari Singgalang. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pengelola BUMNag dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha nagari serta memperkuat tata kelola keuangan BUMNag di masing-masing nagari.

Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan pengelolaan BUMNag di wilayah Kecamatan X Koto dapat semakin profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan nagari dan kesejahteraan masyarakat.

Jumat, 27 Februari 2026

Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2021


Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar — Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan (MNT) BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto telah dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur kewajiban BUMDes/BUMNag menyampaikan laporan pertanggungjawaban melalui forum musyawarah nagari/desa. Musyawarah ini diselenggarakan paling lama 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau berakhir.

Adapun BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 yaitu:

  1. BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan, Nagari Paninjauan, dilaksanakan pada 04 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd.

  2. BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru, Nagari Koto Baru, dilaksanakan pada 24 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Koto Baru Adenis.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan dari Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, serta unsur Pemerintah Nagari, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), pengurus dan pengawas BUMNag, tokoh masyarakat, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto.

Dalam Musyawarah Nagari Tahunan, pengurus BUMNag menyampaikan Laporan Tahunan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2021 Pasal 58 Ayat (6) yang paling sedikit memuat:

a. Perhitungan tahunan yang terdiri atas laporan posisi keuangan akhir tahun buku yang baru berakhir dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan beserta penjelasannya;
b. Laporan posisi keuangan dan perhitungan laba rugi konsolidasi dari unit usaha BUM Desa/BUM Desa Bersama;
c. Laporan mengenai keadaan dan jalannya BUM Desa/BUM Desa Bersama serta hasil yang telah dicapai;
d. Kegiatan utama BUM Desa/BUM Desa Bersama dan perubahan selama tahun buku;
e. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang memengaruhi kegiatan BUM Desa/BUM Desa Bersama; dan
f. Laporan mengenai tugas pengurusan oleh pelaksana operasional, pengawasan oleh pengawas, dan pemberian nasihat oleh penasihat yang telah dilaksanakan selama tahun buku yang baru berakhir.

Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan tata kelola BUMNag yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus sebagai sarana evaluasi bersama terhadap kinerja usaha nagari dan perencanaan pengembangan ke depan agar mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Nagari (PAN) serta kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Daerah

Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan yang berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Ia menilai laporan pertanggungjawaban yang disampaikan menjadi bukti komitmen pengurus dalam mengelola usaha nagari secara profesional.
Ia berharap ke depan BUMNag dapat terus mengembangkan unit usaha produktif dan inovatif sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Nagari serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Wali Nagari Koto Baru Adenis menyampaikan bahwa pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru merupakan bentuk akuntabilitas pengelolaan usaha nagari kepada masyarakat. Ia menilai capaian selama Tahun Buku 2025 menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.
Ia berharap BUMNag dapat terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi nagari melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan usaha produktif lainnya, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Nagari.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP memberikan apresiasi kepada seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan sesuai ketentuan PP Nomor 11 Tahun 2021. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah merupakan indikator penting tata kelola kelembagaan yang baik dan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Camat berharap BUMNag di Kecamatan X Koto terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, manajemen usaha, serta inovasi program agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, dengan memperkuat sinergi antara Pemerintah Nagari, BUMNag, Pendamping Desa, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran TAPM Kab. Tanah Datar, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto yang melakukan pendampingan mulai dari penguatan kelembagaan, fasilitasi pemahaman regulasi, penyusunan laporan tahunan, hingga memastikan musyawarah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 ini, diharapkan seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto semakin profesional dalam pengelolaan usaha serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi nagari yang berkelanjutan.

TPP Kec. X Koto, TPP Kab. Tanah Datar, TPP Prov. Sumbar, TPP Indonesia

Sabtu, 21 Februari 2026

KEGIATAN PENYELENGGARAAN POSYANDU DALAM RANGKA PENANGANAN STUNTING NAGARI PANINJAUAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR

KEGIATAN PENYELENGGARAAN POSYANDU DALAM RANGKA PENANGANAN STUNTING
NAGARI PANINJAUAN KECAMATAN X KOTO
KABUPATEN TANAH DATAR


Pemerintah Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar terus berkomitmen dalam mendukung program pemerintah daerah dan nasional dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin setiap bulan di seluruh jorong sebagai bentuk pelayanan kesehatan dasar yang langsung menyentuh masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting karena menjadi garda terdepan dalam pemantauan pertumbuhan anak sejak dini. Melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan dan status gizi balita dapat dipantau secara berkala sehingga risiko terjadinya stunting dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.

Pelaksanaan kegiatan Posyandu diawali dengan pendaftaran peserta, kemudian dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan perkembangan anak menggunakan standar pertumbuhan yang telah ditetapkan. Kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan imunisasi, pemberian vitamin, makanan tambahan bergizi (PMT), serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui.

Selain pelayanan kesehatan, kader Posyandu dan tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh anak yang baik, pemberian ASI eksklusif, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Edukasi ini menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting karena faktor penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga pola pengasuhan dan kondisi lingkungan.

Adapun sasaran penerima manfaat kegiatan Posyandu di Nagari Paninjauan meliputi:

  • Bayi usia 0 s/d 11 bulan : 86 orang

  • Balita usia 12 bulan s/d 5 tahun : 393 orang

  • Ibu hamil (Bumil) : 29 orang

  • Lansia : 23 orang

Dengan jumlah sasaran tersebut, kegiatan Posyandu menjadi sangat penting sebagai upaya pelayanan kesehatan preventif dan promotif bagi masyarakat secara menyeluruh.

Suasana kegiatan Posyandu di Nagari Paninjauan terlihat penuh semangat kebersamaan antara kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Partisipasi aktif para orang tua menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak sejak usia dini sebagai investasi masa depan generasi nagari.

Adapun Posyandu yang aktif di Nagari Paninjauan terdiri dari:

  1. Posyandu Mawar Merah — Jorong Balai Satu

  2. Posyandu Mawar Putih — Jorong Balai Satu

  3. Posyandu Flamboyan Putih — Jorong Tabu Baraie

  4. Posyandu Flamboyan Merah — Jorong Tabu Baraie

  5. Posyandu Flamboyan Kuning — Jorong Tabu Baraie

  6. Posyandu Flamboyan Biru — Jorong Tabu Baraie

  7. Posyandu Melati Suci — Jorong Hilie Balai

  8. Posyandu Kuncup Melati — Jorong Hilie Balai

  9. Posyandu Melati Wangi — Jorong Hilie Balai

  10. Posyandu Kladiol Putih — Jorong Tigo Suku

  11. Posyandu Kladiol Merah — Jorong Tigo Suku

  12. Posyandu Kladiol Kuning — Jorong Tigo Suku

Wali Nagari Paninjauan, Drs. Afrizal, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu merupakan salah satu langkah nyata nagari dalam mendukung program percepatan penurunan stunting, karena melalui Posyandu kondisi kesehatan ibu dan anak dapat dipantau secara berkelanjutan.

Sementara itu, Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang telah berperan aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan agar angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini, diharapkan masyarakat Nagari Paninjauan dapat semakin sadar akan pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga, sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju nagari bebas stunting.

Jumat, 20 Februari 2026

Kegiatan Gebyar Posyandu Se-Nagari Koto Baru: Wujud Komitmen Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak


Pemerintah Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar melaksanakan kegiatan Gebyar Posyandu Se-Nagari Koto Baru pada tanggal 12 Februari 2026 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan ini melibatkan seluruh Posyandu yang ada di wilayah Nagari Koto Baru, yaitu Posyandu Katelia I Jorong Koto, Posyandu Katelia II Jorong Koto, dan Posyandu Dahlia Jorong Subarang. Gebyar Posyandu diikuti oleh masyarakat dengan sasaran utama balita, ibu hamil, serta keluarga yang memiliki anak usia dini. Berdasarkan data yang ada, jumlah balita yang menjadi sasaran pelayanan mencapai 150 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dengan dukungan 27 kader Posyandu penerima upah yang aktif memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pelayanan kesehatan, pemberian imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan kesehatan, serta edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat. Kader Posyandu bersama tenaga kesehatan berperan aktif dalam memberikan pelayanan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta pencegahan stunting di Nagari Koto Baru.

Wali Nagari Koto Baru Adenis menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu atas dedikasi dan peran aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Posyandu sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat nagari.

Melalui kegiatan Gebyar Posyandu ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat serta dapat memperkuat sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.