Tampilkan postingan dengan label Best Practise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Best Practise. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2026

Kenali Makanan dan Minuman Sehat agar Asam Lambung Tidak Mudah Naik

 

Makanan dan Minuman Sehat bagi Penderita Asam Lambung, Ini yang Dianjurkan Ahli

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD menjadi salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Gejalanya seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, perut kembung, hingga rasa pahit di mulut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kekambuhan asam lambung adalah menjaga pola makan dan memilih makanan serta minuman yang tepat. Konsumsi makanan sehat dapat membantu menenangkan lambung dan memperbaiki sistem pencernaan.

Makanan yang Baik untuk Lambung

Beberapa jenis makanan diketahui aman dan baik dikonsumsi penderita asam lambung karena mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung.

1. Oatmeal

Oatmeal kaya serat dan mampu menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, makanan ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan baik untuk kesehatan pencernaan.

2. Pisang

Buah pisang memiliki sifat basa alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Teksturnya yang lembut juga aman bagi lambung sensitif.

3. Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung.

4. Sayuran Hijau

Sayuran seperti brokoli, wortel, buncis, dan labu siam rendah lemak serta tinggi serat sehingga aman dikonsumsi penderita GERD.

5. Daging Tanpa Lemak

Dada ayam tanpa kulit atau ikan rendah lemak lebih mudah dicerna dibanding makanan berlemak tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung.

6. Nasi Putih dan Kentang

Kedua makanan ini menjadi sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.

Minuman yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Selain makanan, pemilihan minuman juga sangat penting agar lambung tetap nyaman dan tidak mudah kambuh.

1. Air Putih

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan mencegah dehidrasi.

2. Teh Chamomile

Teh herbal ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menenangkan lambung dan mengurangi stres.

3. Teh Jahe

Jahe dapat membantu meredakan mual dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

4. Air Kelapa Muda

Air kelapa memiliki sifat alkali alami yang membantu menetralkan asam lambung dan menyegarkan tubuh.

5. Jus Wortel

Jus wortel rendah asam dan kaya vitamin sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Penderita asam lambung disarankan membatasi makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, cokelat, kopi, minuman bersoda, dan buah yang terlalu asam seperti jeruk serta nanas.

Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat dan langsung tidur setelah makan juga perlu dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain menjaga pola makan, penderita asam lambung juga dianjurkan mengelola stres, rutin berolahraga ringan, dan menjaga berat badan ideal agar gejala tidak mudah kambuh.

Dengan memilih makanan dan minuman yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat, penderita asam lambung dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif setiap hari.

Lambung Sehat, Aktivitas Lancar: Begini Pola Hidup Sehat untuk Penderita GERD

 

Pola Hidup Sehat Penderita Sakit Asam Lambung: Kunci Hidup Nyaman dan Produktif

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga rasa pahit di mulut.

Meski sering dianggap sepele, asam lambung yang kambuh terus-menerus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mengontrol gejala dan mencegah kekambuhan.

Makan Teratur dan Pilih Makanan Sehat

Penderita asam lambung dianjurkan makan secara teratur dengan porsi kecil namun lebih sering, sekitar 3–5 kali sehari. Kebiasaan makan berlebihan dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, makanan rendah lemak dan tidak terlalu pedas lebih aman dikonsumsi. Sayur, buah non-asam seperti pisang dan pepaya, serta oatmeal menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan lambung.

Sebaliknya, makanan pedas, gorengan, santan, kopi, minuman bersoda, dan cokelat sebaiknya dikurangi karena dapat memicu iritasi lambung.

Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga menjadi salah satu penyebab asam lambung mudah naik. Idealnya, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan dengan baik.

Saat tidur, penderita asam lambung juga disarankan menggunakan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm untuk membantu mencegah refluks asam lambung.

Kelola Stres dan Jaga Berat Badan

Stres berlebihan dapat memperparah gangguan lambung. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dengan istirahat cukup, relaksasi, olahraga ringan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Menjaga berat badan ideal juga sangat penting. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Perbanyak Minum Air Putih dan Olahraga Ringan

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap baik. Selain itu, olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya asam lambung.

Kapan Harus ke Dokter?

Penderita asam lambung perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala seperti nyeri ulu hati yang sering kambuh, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau muntah darah.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, penderita asam lambung dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung (KJA), Peluang Usaha Menjanjikan

 

Panen Menjanjikan! Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung Jadi Peluang Emas Masyarakat

X Koto — Budidaya ikan nila menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) kini menjadi salah satu usaha perikanan yang semakin diminati masyarakat. Selain mudah dikembangkan, usaha ini dinilai mampu memberikan keuntungan besar dengan memanfaatkan potensi perairan seperti danau, waduk, sungai, maupun embung.

Metode KJA dilakukan dengan menempatkan ikan nila di dalam jaring terapung yang dipasang di perairan terbuka. Sistem ini memungkinkan sirkulasi air berlangsung alami sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan sehat. Tidak heran, budidaya nila KJA kini menjadi andalan banyak kelompok usaha perikanan di berbagai daerah.

Menurut panduan budidaya yang diterbitkan WWF-Indonesia, keberhasilan usaha KJA sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, kualitas air, pakan, serta manajemen pemeliharaan ikan. Link patkan Buku Panduan Budidaya Ikan Nila Sistim KJA

Ikan nila sendiri dikenal memiliki daya tahan tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Dalam waktu sekitar 4 hingga 6 bulan, ikan sudah dapat dipanen dengan ukuran konsumsi mencapai 300 gram hingga 1 kilogram per ekor.

Selain memiliki pasar yang luas, budidaya nila KJA juga dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Dengan pengelolaan yang baik, satu unit keramba dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar setiap siklus panen.

Pemilihan lokasi menjadi faktor utama dalam usaha ini. Perairan yang ideal memiliki kedalaman cukup, arus air stabil, tidak tercemar limbah, serta memiliki akses transportasi yang mudah. Lokasi yang tepat akan membantu menjaga kualitas air dan mengurangi risiko penyakit ikan.

Dalam proses pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kebutuhan ikan. Kebersihan jaring, pengawasan kesehatan ikan, serta pengontrolan kualitas air juga harus dilakukan secara rutin agar hasil panen maksimal.

Pemerintah daerah dan pendamping masyarakat terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui pembinaan kelompok budidaya, diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha perikanan secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan tingginya permintaan pasar terhadap ikan nila, budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung dipandang sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa depan. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar perairan.

Sabtu, 23 Mei 2026

Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan


Cara Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan

1. Pengertian Tumpang Sari Cabe

Budidaya cabe tumpang sari adalah sistem penanaman cabe yang dikombinasikan dengan tanaman lain dalam satu lahan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko gagal panen, dan menambah pendapatan petani.

Di daerah pegunungan, sistem tumpang sari sangat cocok karena:

  • Suhu lebih sejuk
  • Curah hujan cukup tinggi
  • Tanah relatif subur
  • Risiko erosi lebih besar sehingga perlu penutup lahan

Tanaman yang cocok ditumpangsarikan dengan cabe antara lain:

  • Bawang merah
  • Kubis
  • Sawi
  • Tomat
  • Jagung
  • Kacang panjang
  • Seledri

2. Syarat Tumbuh Cabe di Daerah Pegunungan

FaktorKriteria Ideal
                 Ketinggian                   700–1.500 mdpl
                 Suhu18–28°C
                 Curah hujan800–2.000 mm/tahun
                 pH tanah5,5–6,8
                 Jenis tanahGembur dan subur
                 DrainaseTidak tergenang

3. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan

A. Pemilihan Lokasi

Pilih lahan yang:

  • Mendapat sinar matahari minimal 6–8 jam/hari
  • Dekat sumber air
  • Tidak rawan longsor
  • Memiliki akses jalan pertanian
  • Drainase baik

B. Pengolahan Tanah

Langkah pengolahan:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah sedalam 30–40 cm
  3. Buat bedengan mengikuti kontur lahan untuk mencegah erosi
  4. Lebar bedengan 100–120 cm
  5. Tinggi bedengan 30–40 cm
  6. Jarak antar bedengan 50–60 cm

C. Pemberian Pupuk Dasar

Per bedengan:

  • Pupuk kandang matang: 15–20 ton/ha
  • Dolomit: 1–2 ton/ha
  • NPK dasar: 200–300 kg/ha

Diamkan lahan selama 7–14 hari sebelum tanam.


4. Pemilihan Benih Cabe

Gunakan benih unggul dengan kriteria:

  • Tahan penyakit
  • Produktivitas tinggi
  • Cocok dataran tinggi
  • Umur panen seragam

Contoh varietas:

  • Cabe merah keriting
  • Cabe besar
  • Cabe rawit dataran tinggi

5. Penyemaian Benih Cabe

Media Semai

Campuran:

  • Tanah halus
  • Pupuk kandang matang
  • Sekam bakar

Perbandingan 1:1:1

Cara Penyemaian

  1. Isi tray semai/polybag kecil
  2. Tanam benih sedalam 0,5 cm
  3. Siram pagi dan sore
  4. Beri naungan plastik UV/paranet
  5. Bibit siap tanam umur 21–30 hari

Ciri bibit siap tanam:

  • Tinggi 10–15 cm
  • Memiliki 4–6 helai daun
  • Batang kokoh

6. Sistem Tumpang Sari Cabe

A. Pola Tanam

1. Cabe + Bawang Merah

Keuntungan:

  • Mengurangi serangan hama
  • Pendapatan lebih cepat

Pola:

  • Cabe jarak 60 x 70 cm
  • Bawang merah di sela barisan cabe

2. Cabe + Kubis/Sawi

Keuntungan:

  • Menutup tanah
  • Mengurangi erosi

3. Cabe + Jagung

Keuntungan:

  • Sebagai penahan angin
  • Mengurangi kerusakan tanaman cabe

Jagung ditanam di pinggir lahan.


7. Penanaman Cabe

Langkah Penanaman

  1. Buat lubang tanam
  2. Siram bibit sebelum dipindah
  3. Tanam sore hari
  4. Lepaskan polybag dengan hati-hati
  5. Padatkan tanah di sekitar tanaman
  6. Pasang ajir/bambu penyangga

Jarak Tanam

  • Cabe merah: 60 x 70 cm
  • Cabe rawit: 50 x 60 cm

8. Pemeliharaan Tanaman

A. Penyiraman

  • Dilakukan pagi atau sore
  • Hindari genangan air
  • Musim kemarau: 1–2 kali sehari

B. Penyulaman

Dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam.

C. Penyiangan

  • Bersihkan gulma rutin
  • Dilakukan setiap 2–3 minggu

D. Pemupukan Susulan

Umur 15 HST

  • NPK 5 gram/tanaman

Umur 30 HST

  • NPK + KCl

Umur 45 HST

  • Tambahkan pupuk organik cair

Pemupukan dilakukan melingkar 10 cm dari batang.

E. Perempelan

Buang:

  • Tunas liar
  • Daun tua
  • Cabang tidak produktif

9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Umum

HamaGejalaPengendalian
ThripsDaun keritingInsektisida nabati/perangkap
Kutu daunDaun menguningSemprot pestisida organik
Ulat buahBuah berlubangSanitasi kebun

Penyakit Umum

PenyakitGejalaPengendalian
Layu fusariumTanaman layuDrainase baik
Busuk buahBuah hitamFungisida sesuai dosis
AntraknosaBercak pada buahBuang buah sakit

Pencegahan

  • Gunakan mulsa plastik
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pupuk organik
  • Jaga kebersihan lahan

10. Panen Cabe

Umur Panen

  • Cabe rawit: 75–90 hari
  • Cabe merah: 90–110 hari

Ciri Cabe Siap Panen

  • Warna merah merata
  • Ukuran maksimal
  • Buah keras dan segar

Cara Panen

  • Petik bersama tangkai
  • Panen pagi hari
  • Gunakan gunting/pisau tajam

Frekuensi panen:

  • 3–7 hari sekali

11. Keuntungan Sistem Tumpang Sari

Keuntungan Ekonomi

  • Pendapatan lebih stabil
  • Risiko gagal panen lebih kecil
  • Efisiensi lahan lebih tinggi

Keuntungan Lingkungan

  • Mengurangi erosi
  • Menjaga kesuburan tanah
  • Mengurangi gulma

Keuntungan Produksi

  • Penggunaan pupuk lebih efisien
  • Mengurangi serangan hama tertentu
  • Produksi lahan meningkat

12. Tips Sukses Budidaya Cabe Pegunungan

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak
  2. Buat saluran drainase yang baik
  3. Hindari penanaman saat hujan ekstrem
  4. Gunakan pupuk kandang matang
  5. Semprot pestisida nabati secara rutin
  6. Pasang ajir kuat karena daerah pegunungan sering berangin
  7. Gunakan varietas tahan penyakit
  8. Lakukan rotasi tanaman setelah panen

13. Contoh Jadwal Budidaya Cabe Tumpang Sari

KegiatanWaktu
Pengolahan lahanMinggu 1
Penyemaian benihMinggu 1
Pembuatan bedenganMinggu 2
PenanamanMinggu 4
Pemupukan susulanMinggu 6
Pengendalian hamaRutin
Panen awalMinggu 11–14

14. Penutup

Budidaya cabe tumpang sari di daerah pegunungan sangat potensial meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, serta pengendalian hama yang baik menjadi kunci keberhasilan usaha tani cabe di dataran tinggi.

Dengan penerapan sistem tumpang sari, petani dapat memanfaatkan lahan secara optimal, menjaga kesuburan tanah, dan mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca maupun serangan hama penyakit.

Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

 

Cara Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

Budidaya cabe di daerah kaki Gunung Singgalang memiliki potensi sangat baik karena suhu sejuk, tanah subur, dan ketersediaan air cukup. Namun, kondisi pegunungan juga memiliki tantangan seperti curah hujan tinggi, kabut, dan serangan penyakit jamur. Berikut langkah budidaya cabe yang cocok diterapkan di wilayah pegunungan seperti Kecamatan X Koto dan sekitarnya.


1. Pemilihan Lokasi

Kriteria lahan yang baik:

  • Ketinggian: 800–1.400 mdpl
  • Mendapat sinar matahari cukup
  • Drainase baik (tidak tergenang)
  • Dekat sumber air
  • pH tanah ideal 5,5–6,8

Tips:

Buat bedengan mengikuti kontur lahan agar mengurangi erosi di daerah miring.


2. Pemilihan Varietas Cabe

Varietas yang cocok di daerah dingin:

  • Cabe merah keriting: Lado F1, Kencana, TM 999
  • Cabe rawit: Dewata 43, Bara, Bhaskara
  • Cabe besar: Tanjung 2, Kastilo

Pilih benih:

  • Bersertifikat
  • Tahan penyakit
  • Cocok untuk dataran tinggi

3. Pengolahan Lahan

Langkah:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah
  3. Buat bedengan:
    • Lebar: 100–120 cm
    • Tinggi: 30–40 cm
    • Jarak antar bedengan: 50–60 cm
  4. Berikan pupuk kandang matang:
    • 15–20 ton/hektar
  5. Tambahkan dolomit bila tanah asam

Mulsa:

Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk:

  • Menekan gulma
  • Menjaga kelembaban
  • Mengurangi penyakit

4. Penyemaian Benih

Cara:

  • Rendam benih air hangat ±3 jam
  • Semai pada tray atau polybag kecil
  • Gunakan media:
    • tanah
    • kompos
    • sekam bakar
  • Simpan di tempat teduh

Bibit siap tanam umur:

  • 20–30 hari
  • Memiliki 4–6 helai daun

5. Penanaman

Jarak tanam:

  • 60 × 70 cm
    atau
  • 70 × 70 cm

Waktu tanam terbaik:

  • Awal musim kemarau
  • Hindari puncak hujan karena rawan busuk dan jamur

Cara:

  • Tanam sore hari
  • Siram secukupnya
  • Pasang ajir/bambu penyangga sejak awal

6. Pemupukan

Pemupukan Dasar:

  • Pupuk kandang
  • NPK
  • SP-36
  • KCl

Pemupukan Susulan:

Dilakukan setiap 10–14 hari:

  • NPK
  • Pupuk organik cair
  • Kalsium dan magnesium untuk mencegah busuk buah

Tips:

Di daerah dingin, pertumbuhan lebih lambat sehingga pemupukan harus teratur tetapi tidak berlebihan.


7. Pengairan

Daerah kaki Singgalang biasanya lembab, sehingga:

  • Penyiraman cukup 1–2 kali sehari saat kemarau
  • Saat hujan, pastikan saluran air lancar

Jangan sampai akar tergenang.


8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama umum:

  • Thrips
  • Kutu daun
  • Ulat buah
  • Lalat buah

Penyakit umum daerah pegunungan:

  • Patek/antraknosa
  • Layu fusarium
  • Busuk batang
  • Embun tepung

Pengendalian:

  • Gunakan mulsa
  • Sanitasi kebun
  • Buang buah terserang
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pestisida sesuai dosis bila diperlukan

Tips penting:

Kabut dan hujan di pegunungan mempercepat jamur berkembang. Jaga sirkulasi udara dengan pemangkasan ringan.


9. Pemeliharaan

Lakukan:

  • Penyiangan gulma
  • Pengikatan batang ke ajir
  • Pemangkasan tunas bawah
  • Pengecekan hama rutin

10. Panen

Cabe mulai panen:

  • Umur 75–100 hari setelah tanam
  • Panen setiap 3–5 hari

Ciri cabe siap panen:

  • Warna merah merata
  • Buah padat dan mengkilap

Potensi hasil:

Dengan perawatan baik:

  • 10–20 ton/hektar

Tips Sukses Budidaya Cabe di Kaki Gunung Singgalang

✅ Gunakan pupuk organik lebih banyak
✅ Hindari tanam saat curah hujan ekstrem
✅ Gunakan varietas tahan penyakit
✅ Perhatikan drainase lahan miring
✅ Lakukan penyemprotan preventif jamur saat musim kabut
✅ Manfaatkan sistem tumpang sari untuk mengurangi risiko gagal panen


Peluang Usaha

Budidaya cabe di kawasan X Koto dan sekitar Singgalang sangat potensial karena:

  • Permintaan pasar tinggi
  • Dekat sentra wisata dan pasar tradisional
  • Cocok dikembangkan BUMNag dan kelompok tani
  • Bisa dikombinasikan dengan pertanian organik dan agrowisata

Kamis, 07 Mei 2026

Peresmian Kolam Budidaya Ikan Terpal BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan Dukung Ketahanan Pangan

 


Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., bersama Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, S.Psi., secara resmi meresmikan kolam budidaya ikan terpal milik BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan, yang berlokasi di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan berbasis nagari melalui pengembangan unit usaha produktif yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Unit usaha yang diresmikan berupa budidaya ikan nila dengan sistem kolam terpal, yang saat ini telah memiliki sebanyak 10 unit kolam. Program ini dijalankan oleh BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan dengan menggandeng kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) setempat sebagai mitra utama dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

TPP INDINESIA | TPP PROV. SUMBAR | TPP KAB. TANAH DATAR

Kamis, 02 April 2026

Pelepasan Akhir Masa Jabatan Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri, Diwarnai Haru dan Apresiasi


X Koto – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai kegiatan pelepasan akhir masa jabatan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri, yang digelar bersama para Wali Nagari se-Kecamatan X Koto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Deddy Prihatin, S.Kom, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra, serta Camat Kecamatan X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, Forkopimca, Ketua BPRN,  Pendamping Desa dan Pendamping PKH. 

Dalam kesempatan tersebut, para Wali Nagari memberikan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas pengabdian Rahmad Nafri selama menjabat sebagai Kasi PMD. Cendera mata tersebut diserahkan oleh Ketua Forum Wali Nagari se-Kecamatan X Koto yang juga Wali Nagari Tambangan, Afrinal, Dt. Talanai.

Dalam sambutannya, Afrinal, Dt. Talanai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Rahmad Nafri yang selama ini telah banyak membantu pemerintah nagari dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan nagari.

“Kami atas nama seluruh Wali Nagari se-Kecamatan X Koto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rahmad Nafri atas pengabdian, bimbingan, serta kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak hal yang telah beliau kontribusikan dalam mendampingi nagari, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan nagari,” ungkapnya.

Ia juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus terjaga meskipun Rahmad Nafri telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kasi PMD.

Perwakilan DPMDPPKB Kabupaten Tanah Datar, Deddy Prihatin, S.Kom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya telah lama mengenal Rahmad Nafri selama 29 tahun bersama dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Datar.

Menurutnya, Rahmad Nafri merupakan sosok aparatur yang disiplin, tegas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, serta memiliki komitmen tinggi dalam mendorong kemajuan nagari.

“Saya sudah mengenal beliau selama kurang lebih 29 tahun di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tanah Datar. Beliau adalah sosok yang disiplin, tegas, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan. Bahkan HP beliau selalu aktif 24 jam untuk melayani kebutuhan koordinasi pemerintahan nagari,” ungkap Deddy Prihatin.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Rahmad Nafri selama bertugas sebagai Kasi PMD di Kecamatan X Koto.

Menurutnya, Rahmad Nafri selama ini menjadi salah satu figur penting dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan pemerintahan nagari di Kecamatan X Koto.

“Kami sangat mengapresiasi pengabdian Bapak Rahmad Nafri selama bertugas. Beliau telah banyak berkontribusi dalam mendampingi nagari, terutama dalam penguatan tata kelola pemerintahan, pelaksanaan program pembangunan nagari, serta koordinasi dengan para Wali Nagari dan pendamping desa,” ujar Camat.

Ia juga berharap dedikasi dan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan Rahmad Nafri dapat menjadi teladan bagi aparatur pemerintahan lainnya.

Sementara itu, Rahmad Nafri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Wali Nagari dan perangkat nagari, BPRN dan anggota, TPP Kec. X Koto serta pihak lainnya yang pernah yang selama ini telah bekerja sama dengan baik dalam menjalankan berbagai program di tingkat nagari.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama bertugas di Kecamatan X Koto. Semoga hubungan silaturahmi ini tetap terjaga ke depannya,” ujarnya.

Acara pelepasan tersebut menjadi momen penuh kekeluargaan antara pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Rahmad Nafri yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari di Kecamatan X Koto.

TPP Indonesia | TPP Prov. Sumbar | TPP Kab. Tanah Datar

Camat X Koto Pimpin Rapat Kerja Wali Nagari, Sinkronkan Program Pembangunan dan Data Bantuan Sosial

X Koto – Pemerintah Kecamatan X Koto menggelar Rapat Kerja Wali Nagari se-Kecamatan X Koto pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi pemerintahan nagari serta memastikan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal.

Rapat kerja tersebut membahas beberapa agenda strategis, di antaranya Review RPJM Nagari, Penatausahaan Keuangan Nagari melalui Aplikasi Siskeudes, serta Ground Check PBI JK bagi Penerima Bantuan Masyarakat (PBM) Non Aktif PBI.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Hadir mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar, yaitu Deddy Prihatin, S.Kom. Turut hadir Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, Camat Kecamatan X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, serta Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan X Koto, para Wali Nagari beserta perangkat nagari, Ketua BPRN, Pendamping Desa, serta Pendamping PKH.

Dalam rapat tersebut, para peserta melakukan pembahasan mendalam terkait Review RPJM Nagari guna memastikan dokumen perencanaan pembangunan nagari tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hal ini penting agar program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat nagari.

Selanjutnya, pembahasan mengenai penatausahaan keuangan nagari melalui aplikasi Siskeudes menjadi salah satu fokus utama. Penguatan pemahaman perangkat nagari terhadap pengelolaan keuangan berbasis aplikasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta tertib administrasi dalam pengelolaan dana nagari.

Sementara itu, agenda ground check PBI JK bagi PBM Non Aktif PBI juga menjadi perhatian dalam rapat kerja ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan terhadap data penerima bantuan, sehingga bantuan sosial yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta para pendamping dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Melalui rapat kerja ini diharapkan seluruh unsur pemerintahan nagari dapat meningkatkan koordinasi dan pemahaman terhadap berbagai kebijakan serta program yang sedang berjalan, sehingga pelaksanaan pembangunan di nagari dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 TPP Indonesia | TPP Prov. Sumbar | TPP Kab. Tanah Datar

Jumat, 13 Maret 2026

Enam Nagari di Kecamatan X Koto Terima Dana Desa Tahap I 2026, TAPM Ingatkan Kewajiban Publikasi Kegiatan

 


X Koto - Sebanyak enam nagari di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar telah menerima pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 pada pertengahan Maret 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan prioritas lainnya yang telah direncanakan dalam APB Nagari Tahun 2026.

Adapun nagari yang telah menerima pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Kecamatan X Koto yaitu:

Nagari Paninjauan sebesar Rp224.073.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Tambangan sebesar Rp185.061.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Panyalaian sebesar Rp224.073.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Jaho sebesar Rp144.056.400,- pada 13 Maret 2026

Nagari Koto Laweh sebesar Rp373.456.000,- pada 13 Maret 2026

Nagari Pandai Sikek sebesar Rp223.641.000,- pada 13 Maret 2026

Dengan telah masuknya Dana Desa Tahap I tersebut, pemerintah nagari diharapkan segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan, termasuk pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat, program ketahanan pangan, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat yang berhak menerima.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang bersumber dari Dana Desa juga harus dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2026 Pasal 10, yang menyebutkan bahwa setiap kegiatan yang bersumber dari Dana Desa wajib dipublikasikan melalui media informasi nagari, termasuk media sosial nagari dan media informasi lainnya agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan Dana Desa.

“Ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Setiap kegiatan yang menggunakan Dana Desa perlu dipublikasikan melalui media sosial nagari maupun media informasi lainnya sehingga masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut,” ungkap Irwadi Agusra.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Pasal 11 dalam peraturan tersebut menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa, dimana pemerintah nagari wajib menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat terkait penggunaan Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga hasil yang dicapai.

Dengan adanya ketentuan tersebut, diharapkan pengelolaan Dana Desa dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat nagari.

Ringankan Beban Warga, Nagari Tambangan Salurkan BLT-DD kepada 26 KPM

 


Tambangan - Pemerintah Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan I Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat. Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan besaran Rp150.000 per bulan.

Kegiatan penyaluran BLT-DD ini merupakan bagian dari program pemerintah yang bersumber dari Dana Desa untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat sesuai dengan hasil pendataan dan musyawarah nagari.

Acara penyaluran BLT-DD ini dipimpin oleh Ketua BPRN dan turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra.

Wali Nagari Tambangan, Afrinal, Dt. Talanai, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Pemerintah Nagari Tambangan berkomitmen agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Afrinal, Dt. Talanai.

Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Sementara itu, TAPM Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu program prioritas yang harus dilaksanakan oleh pemerintah nagari sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan terlaksananya penyaluran BLT-DD Triwulan I Tahun 2026 ini, diharapkan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima manfaat serta mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Tambangan.

Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 di Nagari Panyalaian, 32 KPM Terima Bantuan

 


Panyalaian – Pemerintah Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan I Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat pada Rabu, 12 Maret 2026.

Sebanyak 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari program perlindungan sosial pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung dengan tertib dan lancar serta dihadiri oleh unsur pemerintah nagari, pendamping desa, serta masyarakat penerima manfaat. Penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat serta memastikan bahwa Dana Desa dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga yang membutuhkan.

Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah, menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bagian dari program prioritas penggunaan Dana Desa yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu di nagari.

Ia menjelaskan bahwa penetapan penerima bantuan telah melalui proses musyawarah nagari sehingga bantuan tersebut dapat tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penyaluran BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Pemerintah Nagari Panyalaian berkomitmen untuk melaksanakan program Dana Desa secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah.

Lebih lanjut ia berharap agar bantuan yang diterima oleh masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat desa yang membutuhkan.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Nagari Panyalaian yang telah melaksanakan penyaluran BLT Dana Desa sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel sehingga seluruh program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nagari.

Dengan tersalurkannya BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial di tingkat nagari.

Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa Dana Desa tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial.

Kamis, 12 Maret 2026

Nagari Paninjauan Salurkan BLT Dana Desa Triwulan I Tahun 2026 kepada 30 KPM

 


Paninjauan – Pemerintah Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun 2026 untuk periode Januari, Februari, dan Maret 2026 pada 12 Maret 2026. Penyaluran bantuan tersebut diberikan kepada 30 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah ditetapkan melalui mekanisme musyawarah nagari.

Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp150.000 per bulan, sehingga untuk penyaluran tiga bulan sekaligus, masing-masing penerima memperoleh Rp450.000.

Penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bagian dari program perlindungan sosial pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Wali Nagari Paninjauan, Drs. Afrizal, M.Pd, menyampaikan bahwa penyaluran BLT Dana Desa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mendukung program pemerintah pusat sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.

“BLT Dana Desa ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan pokok keluarga,” ujar Afrizal.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah nagari berupaya agar penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat desa atau nagari.

Menurutnya, pemerintah nagari memiliki peran penting dalam memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik serta tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dengan terlaksananya penyaluran BLT Dana Desa ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran pemerintah nagari dalam mendukung program perlindungan sosial di tingkat nagari.

Rabu, 11 Maret 2026

BUMNAG SINGGAHAN ALANG SINGGALANG GELAR MUSYAWARAH TAHUNAN SESUAI PP NO.11 TAHUN 2021

 

Singgalang — BUMNag Singgahan Alang Singgalang Nagari Singgalang melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan (MNT) Tahun Buku 2025 pada 10 Maret 2026 di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam rangka penyampaian laporan pertanggungjawaban pengelolaan BUMNag kepada masyarakat nagari serta evaluasi kinerja usaha, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Musyawarah Nagari Tahunan tersebut dipimpin oleh Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Nagari Singgalang dan dihadiri oleh Wali Nagari Singgalang dan perangkat Nagari Singgalang, TAPM Kabupaten Tanah Datar, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan X Koto, serta Pendamping Desa Kecamatan X Koto, pengurus BUMNag, serta unsur masyarakat nagari.

Dalam musyawarah tersebut disampaikan laporan kegiatan serta perkembangan unit usaha yang dikelola oleh BUMNag Singgahan Alang Singgalang. Saat ini BUMNag mengembangkan kegiatan usaha di sektor ketahanan pangan, yaitu budidaya cabe dengan sistem tumpang sari bawang prei. Untuk bawang prei telah berhasil dipanen pada bulan Maret 2026, sedangkan tanaman cabe diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar tiga bulan lagi.

Selain itu, BUMNag juga merencanakan pengembangan usaha budidaya wortel dan bawang merah yang akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan di Nagari Singgalang.

Di samping sektor pertanian, BUMNag Singgahan Alang Singgalang juga memiliki unit usaha penyertaan modal reguler berupa pengelolaan wisata alam Gunung Singgalang, yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan nagari serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dalam proses penyelenggaraan kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan X Koto melalui Kasi PMD Rahmat Nafri bersama Pendamping Desa Risnaldi dan Wara Noviyandri turut berperan aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan. Peran tersebut meliputi fasilitasi koordinasi antara pemerintah nagari, BPRN, dan pengurus BUMNag, pendampingan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban BUMNag, serta memastikan pelaksanaan musyawarah berjalan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan proses tata kelola BUMNag dapat berjalan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kelembagaan BUMNag sebagai lembaga ekonomi nagari.

Sementara itu, Sekretaris Nagari Singgalang Winnetou, S. Kom juga memiliki peran strategis dalam mendukung terselenggaranya Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Singgahan Alang Singgalang. Sekretaris Nagari berperan dalam mengkoordinasikan persiapan administrasi, memfasilitasi penyusunan dokumen laporan pertanggungjawaban BUMNag, serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan musyawarah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui koordinasi yang baik antara Pemerintah Nagari, BPRN, pengurus BUMNag, Pendamping Desa serta pihak kecamatan, kegiatan musyawarah dapat terlaksana dengan tertib, transparan, dan partisipatif sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

Wali Nagari Singgalang Seri Mesra, S.Hum, Dt. Pangulu Basa Nan Kuruih dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi kepada pengurus BUMNag yang telah berupaya mengembangkan berbagai unit usaha, terutama di sektor pertanian yang mendukung ketahanan pangan nagari. Ia berharap BUMNag dapat terus meningkatkan kinerja usaha serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, TAPM Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra menyampaikan bahwa Musyawarah Nagari Tahunan merupakan bagian penting dari tata kelola BUMNag sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 11 Tahun 2021. Ia menegaskan bahwa pengelolaan BUMNag harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan profesional, sehingga mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi nagari yang kuat.

Melalui kegiatan ini diharapkan BUMNag Singgahan Alang Singgalang dapat terus meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki, baik di sektor ketahanan pangan maupun pengembangan wisata alam Gunung Singgalang, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Nagari Singgalang.

Senin, 09 Maret 2026

TAPM TANAH DATAR DAN BPP X KOTO TINJAU LANGSUNG BUDIDAYA BAWANG PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI NAGARI TAMBANGAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR

 

Tambangan - Kegiatan ketahanan pangan melalui budidaya bawang di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar mendapat kunjungan monitoring lapangan dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, yaitu Masjoni dan Irwadi Agusra, serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, Yusril, S.Pt. Kunjungan monitoring tersebut dilaksanakan pada Rabu, 5 Maret 2026, untuk melihat secara langsung perkembangan kegiatan budidaya bawang yang dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari program ketahanan pangan nagari.

Kegiatan monitoring ini turut didampingi oleh Pendamping Desa, serta dihadiri oleh Wali Nagari Tambangan dan Sekretaris Nagari Tambangan serta Pengelola Bumnag Tigo Sapilin Tambangan. yang mana kegiatan ketahanan pangan di Nagari Tambangan dikelola oleh Bumnag Tigo Sapilin Tambangan dan didampingi oleh BPP Kec. X Koto dalam proses pelaksanaan. Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi budidaya bawang sekaligus berdiskusi dengan pemerintah nagari dan pihak terkait mengenai perkembangan tanaman, pengelolaan kegiatan, serta potensi pengembangan usaha pertanian ke depan.


Masjoni, selaku Koordinator TAPM Kabupaten Tanah Datar, menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan melalui budidaya bawang merupakan salah satu upaya yang sangat baik dalam memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki nagari. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan produksi pertanian serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Irwadi Agusra (TAPM Kabupaten Tanah Datar) menambahkan bahwa kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan di nagari diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada keberlanjutan kegiatan dan penguatan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya.

Lokasi budidaya bawang tersebut berada di area pertanian yang cukup menantang untuk dijangkau. Tim monitoring harus melewati medan yang cukup sulit, termasuk menyeberangi aliran sungai dengan menggunakan jembatan sederhana yang terbuat dari batang kelapa. Kondisi ini menunjukkan semangat dan kerja keras masyarakat dalam mengelola lahan pertanian demi mendukung program ketahanan pangan di Nagari Tambangan. Meskipun akses menuju lokasi cukup terbatas, kegiatan budidaya bawang tetap berjalan dengan baik berkat kerja sama masyarakat, pemerintah nagari, serta dukungan dari berbagai pihak.


Wali Nagari Tambangan, Afrinal, Dt. Talanai, dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan monitoring yang dilakukan oleh TAPM Kabupaten Tanah Datar dan pihak BPP Kecamatan X Koto. Ia berharap kegiatan budidaya bawang ini dapat menjadi salah satu program unggulan nagari dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Nagari Tambangan, Zam Zam Khairani, menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Tambangan akan terus mendukung kegiatan ketahanan pangan serta melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan adanya kegiatan monitoring ini diharapkan program ketahanan pangan budidaya bawang di Nagari Tambangan dapat terus berkembang serta menjadi salah satu upaya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat nagari.

TPP Indonesia | TPP Provinsi Sumatera Barat | TPP Kabupaten Tanah Datar

BIMTEK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BUMNAG BERDASARKAN KEPMENDESA PDT NO. 136 TAHUN 2022 SE-KECAMATAN X KOTO

 


Singgalang – Pemerintah Kecamatan X Koto melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuangan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) berdasarkan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022 pada Jumat, 6 Maret 2026 bertempat di Aula Nagari Singgalang.

Bimtek ini dihadiri oleh Kasi PMD Kecamatan X Koto Rahmat Nafri, TAPM Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra dan Sekretais Nagari Singgalang Winnetou, S.Kom serta Pendamping Lokal Desa (PLD) Dina Mariani.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan pengelola BUMNag se-Kecamatan X Koto, serta dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan pendamping desa. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam menyusun laporan keuangan yang tertib administrasi, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan ini hadir sebagai narasumber, yaitu Risnaldi selaku Pendamping Desa dan Nofiyanti selaku Pengelola BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Nagari Koto Baru. Kedua narasumber menyampaikan materi terkait sistem pencatatan keuangan BUMNag, penyusunan jurnal transaksi, laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), serta laporan arus kas sesuai dengan ketentuan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan diskusi dan praktik penyusunan laporan keuangan, sehingga para peserta dapat memahami secara teknis bagaimana mencatat setiap transaksi usaha hingga menjadi laporan keuangan yang lengkap dan sesuai standar.


Irwadi Agusra, selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Keuangan BUMNag berdasarkan Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022 sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam tata kelola administrasi dan keuangan usaha nagari. Menurutnya, laporan keuangan yang disusun dengan baik dan sesuai standar akan menjadi dasar dalam menilai kinerja usaha BUMNag serta meningkatkan kepercayaan pemerintah nagari dan masyarakat terhadap pengelolaan BUMNag.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan BUMNag harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan profesional, sehingga setiap kegiatan usaha yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Melalui kegiatan bimtek ini diharapkan para pengelola BUMNag dapat memahami secara teknis proses pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kepmendesa PDT Nomor 136 Tahun 2022.

Selain itu, Irwadi Agusra berharap agar BUMNag di Kecamatan X Koto dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi nagari serta kesejahteraan masyarakat.

Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmat Nafri, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMNag dalam pengelolaan administrasi dan keuangan. Ia berharap melalui kegiatan ini seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto mampu menyusun laporan keuangan secara baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga keberadaan BUMNag benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian nagari.

Sementara itu, Sekretaris Nagari Singgalang, Winnetou, S.Kom, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Bimtek di Aula Nagari Singgalang. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pengelola BUMNag dalam meningkatkan kualitas pengelolaan usaha nagari serta memperkuat tata kelola keuangan BUMNag di masing-masing nagari.

Melalui kegiatan Bimtek ini diharapkan pengelolaan BUMNag di wilayah Kecamatan X Koto dapat semakin profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan nagari dan kesejahteraan masyarakat.

Jumat, 27 Februari 2026

Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2021


Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar — Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan (MNT) BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto telah dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur kewajiban BUMDes/BUMNag menyampaikan laporan pertanggungjawaban melalui forum musyawarah nagari/desa. Musyawarah ini diselenggarakan paling lama 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau berakhir.

Adapun BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 yaitu:

  1. BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan, Nagari Paninjauan, dilaksanakan pada 04 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd.

  2. BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru, Nagari Koto Baru, dilaksanakan pada 24 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Koto Baru Adenis.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan dari Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, serta unsur Pemerintah Nagari, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), pengurus dan pengawas BUMNag, tokoh masyarakat, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto.

Dalam Musyawarah Nagari Tahunan, pengurus BUMNag menyampaikan Laporan Tahunan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2021 Pasal 58 Ayat (6) yang paling sedikit memuat:

a. Perhitungan tahunan yang terdiri atas laporan posisi keuangan akhir tahun buku yang baru berakhir dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan beserta penjelasannya;
b. Laporan posisi keuangan dan perhitungan laba rugi konsolidasi dari unit usaha BUM Desa/BUM Desa Bersama;
c. Laporan mengenai keadaan dan jalannya BUM Desa/BUM Desa Bersama serta hasil yang telah dicapai;
d. Kegiatan utama BUM Desa/BUM Desa Bersama dan perubahan selama tahun buku;
e. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang memengaruhi kegiatan BUM Desa/BUM Desa Bersama; dan
f. Laporan mengenai tugas pengurusan oleh pelaksana operasional, pengawasan oleh pengawas, dan pemberian nasihat oleh penasihat yang telah dilaksanakan selama tahun buku yang baru berakhir.

Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan tata kelola BUMNag yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus sebagai sarana evaluasi bersama terhadap kinerja usaha nagari dan perencanaan pengembangan ke depan agar mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Nagari (PAN) serta kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Daerah

Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan yang berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Ia menilai laporan pertanggungjawaban yang disampaikan menjadi bukti komitmen pengurus dalam mengelola usaha nagari secara profesional.
Ia berharap ke depan BUMNag dapat terus mengembangkan unit usaha produktif dan inovatif sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Nagari serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Wali Nagari Koto Baru Adenis menyampaikan bahwa pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru merupakan bentuk akuntabilitas pengelolaan usaha nagari kepada masyarakat. Ia menilai capaian selama Tahun Buku 2025 menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.
Ia berharap BUMNag dapat terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi nagari melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan usaha produktif lainnya, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Nagari.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP memberikan apresiasi kepada seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan sesuai ketentuan PP Nomor 11 Tahun 2021. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah merupakan indikator penting tata kelola kelembagaan yang baik dan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Camat berharap BUMNag di Kecamatan X Koto terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, manajemen usaha, serta inovasi program agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, dengan memperkuat sinergi antara Pemerintah Nagari, BUMNag, Pendamping Desa, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran TAPM Kab. Tanah Datar, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto yang melakukan pendampingan mulai dari penguatan kelembagaan, fasilitasi pemahaman regulasi, penyusunan laporan tahunan, hingga memastikan musyawarah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 ini, diharapkan seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto semakin profesional dalam pengelolaan usaha serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi nagari yang berkelanjutan.

TPP Kec. X Koto, TPP Kab. Tanah Datar, TPP Prov. Sumbar, TPP Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026

Kegiatan Gebyar Posyandu Se-Nagari Koto Baru: Wujud Komitmen Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak


Pemerintah Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar melaksanakan kegiatan Gebyar Posyandu Se-Nagari Koto Baru pada tanggal 12 Februari 2026 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan ini melibatkan seluruh Posyandu yang ada di wilayah Nagari Koto Baru, yaitu Posyandu Katelia I Jorong Koto, Posyandu Katelia II Jorong Koto, dan Posyandu Dahlia Jorong Subarang. Gebyar Posyandu diikuti oleh masyarakat dengan sasaran utama balita, ibu hamil, serta keluarga yang memiliki anak usia dini. Berdasarkan data yang ada, jumlah balita yang menjadi sasaran pelayanan mencapai 150 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), dengan dukungan 27 kader Posyandu penerima upah yang aktif memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pelayanan kesehatan, pemberian imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT), penyuluhan kesehatan, serta edukasi tentang gizi dan pola hidup sehat. Kader Posyandu bersama tenaga kesehatan berperan aktif dalam memberikan pelayanan guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta pencegahan stunting di Nagari Koto Baru.

Wali Nagari Koto Baru Adenis menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu atas dedikasi dan peran aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Posyandu sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat nagari.

Melalui kegiatan Gebyar Posyandu ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat serta dapat memperkuat sinergi antara pemerintah nagari, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.