Tampilkan postingan dengan label KABA KECAMATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABA KECAMATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2026

Kenali Makanan dan Minuman Sehat agar Asam Lambung Tidak Mudah Naik

 

Makanan dan Minuman Sehat bagi Penderita Asam Lambung, Ini yang Dianjurkan Ahli

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD menjadi salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Gejalanya seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, perut kembung, hingga rasa pahit di mulut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kekambuhan asam lambung adalah menjaga pola makan dan memilih makanan serta minuman yang tepat. Konsumsi makanan sehat dapat membantu menenangkan lambung dan memperbaiki sistem pencernaan.

Makanan yang Baik untuk Lambung

Beberapa jenis makanan diketahui aman dan baik dikonsumsi penderita asam lambung karena mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung.

1. Oatmeal

Oatmeal kaya serat dan mampu menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, makanan ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan baik untuk kesehatan pencernaan.

2. Pisang

Buah pisang memiliki sifat basa alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Teksturnya yang lembut juga aman bagi lambung sensitif.

3. Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung.

4. Sayuran Hijau

Sayuran seperti brokoli, wortel, buncis, dan labu siam rendah lemak serta tinggi serat sehingga aman dikonsumsi penderita GERD.

5. Daging Tanpa Lemak

Dada ayam tanpa kulit atau ikan rendah lemak lebih mudah dicerna dibanding makanan berlemak tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung.

6. Nasi Putih dan Kentang

Kedua makanan ini menjadi sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.

Minuman yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Selain makanan, pemilihan minuman juga sangat penting agar lambung tetap nyaman dan tidak mudah kambuh.

1. Air Putih

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan mencegah dehidrasi.

2. Teh Chamomile

Teh herbal ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menenangkan lambung dan mengurangi stres.

3. Teh Jahe

Jahe dapat membantu meredakan mual dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

4. Air Kelapa Muda

Air kelapa memiliki sifat alkali alami yang membantu menetralkan asam lambung dan menyegarkan tubuh.

5. Jus Wortel

Jus wortel rendah asam dan kaya vitamin sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Penderita asam lambung disarankan membatasi makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, cokelat, kopi, minuman bersoda, dan buah yang terlalu asam seperti jeruk serta nanas.

Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat dan langsung tidur setelah makan juga perlu dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain menjaga pola makan, penderita asam lambung juga dianjurkan mengelola stres, rutin berolahraga ringan, dan menjaga berat badan ideal agar gejala tidak mudah kambuh.

Dengan memilih makanan dan minuman yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat, penderita asam lambung dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif setiap hari.

Lambung Sehat, Aktivitas Lancar: Begini Pola Hidup Sehat untuk Penderita GERD

 

Pola Hidup Sehat Penderita Sakit Asam Lambung: Kunci Hidup Nyaman dan Produktif

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga rasa pahit di mulut.

Meski sering dianggap sepele, asam lambung yang kambuh terus-menerus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mengontrol gejala dan mencegah kekambuhan.

Makan Teratur dan Pilih Makanan Sehat

Penderita asam lambung dianjurkan makan secara teratur dengan porsi kecil namun lebih sering, sekitar 3–5 kali sehari. Kebiasaan makan berlebihan dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, makanan rendah lemak dan tidak terlalu pedas lebih aman dikonsumsi. Sayur, buah non-asam seperti pisang dan pepaya, serta oatmeal menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan lambung.

Sebaliknya, makanan pedas, gorengan, santan, kopi, minuman bersoda, dan cokelat sebaiknya dikurangi karena dapat memicu iritasi lambung.

Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga menjadi salah satu penyebab asam lambung mudah naik. Idealnya, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan dengan baik.

Saat tidur, penderita asam lambung juga disarankan menggunakan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm untuk membantu mencegah refluks asam lambung.

Kelola Stres dan Jaga Berat Badan

Stres berlebihan dapat memperparah gangguan lambung. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dengan istirahat cukup, relaksasi, olahraga ringan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Menjaga berat badan ideal juga sangat penting. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Perbanyak Minum Air Putih dan Olahraga Ringan

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap baik. Selain itu, olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya asam lambung.

Kapan Harus ke Dokter?

Penderita asam lambung perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala seperti nyeri ulu hati yang sering kambuh, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau muntah darah.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, penderita asam lambung dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung (KJA), Peluang Usaha Menjanjikan

 

Panen Menjanjikan! Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung Jadi Peluang Emas Masyarakat

X Koto — Budidaya ikan nila menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) kini menjadi salah satu usaha perikanan yang semakin diminati masyarakat. Selain mudah dikembangkan, usaha ini dinilai mampu memberikan keuntungan besar dengan memanfaatkan potensi perairan seperti danau, waduk, sungai, maupun embung.

Metode KJA dilakukan dengan menempatkan ikan nila di dalam jaring terapung yang dipasang di perairan terbuka. Sistem ini memungkinkan sirkulasi air berlangsung alami sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan sehat. Tidak heran, budidaya nila KJA kini menjadi andalan banyak kelompok usaha perikanan di berbagai daerah.

Menurut panduan budidaya yang diterbitkan WWF-Indonesia, keberhasilan usaha KJA sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, kualitas air, pakan, serta manajemen pemeliharaan ikan. Link patkan Buku Panduan Budidaya Ikan Nila Sistim KJA

Ikan nila sendiri dikenal memiliki daya tahan tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Dalam waktu sekitar 4 hingga 6 bulan, ikan sudah dapat dipanen dengan ukuran konsumsi mencapai 300 gram hingga 1 kilogram per ekor.

Selain memiliki pasar yang luas, budidaya nila KJA juga dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Dengan pengelolaan yang baik, satu unit keramba dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar setiap siklus panen.

Pemilihan lokasi menjadi faktor utama dalam usaha ini. Perairan yang ideal memiliki kedalaman cukup, arus air stabil, tidak tercemar limbah, serta memiliki akses transportasi yang mudah. Lokasi yang tepat akan membantu menjaga kualitas air dan mengurangi risiko penyakit ikan.

Dalam proses pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kebutuhan ikan. Kebersihan jaring, pengawasan kesehatan ikan, serta pengontrolan kualitas air juga harus dilakukan secara rutin agar hasil panen maksimal.

Pemerintah daerah dan pendamping masyarakat terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui pembinaan kelompok budidaya, diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha perikanan secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan tingginya permintaan pasar terhadap ikan nila, budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung dipandang sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa depan. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar perairan.

Sabtu, 23 Mei 2026

Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan


Cara Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan

1. Pengertian Tumpang Sari Cabe

Budidaya cabe tumpang sari adalah sistem penanaman cabe yang dikombinasikan dengan tanaman lain dalam satu lahan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko gagal panen, dan menambah pendapatan petani.

Di daerah pegunungan, sistem tumpang sari sangat cocok karena:

  • Suhu lebih sejuk
  • Curah hujan cukup tinggi
  • Tanah relatif subur
  • Risiko erosi lebih besar sehingga perlu penutup lahan

Tanaman yang cocok ditumpangsarikan dengan cabe antara lain:

  • Bawang merah
  • Kubis
  • Sawi
  • Tomat
  • Jagung
  • Kacang panjang
  • Seledri

2. Syarat Tumbuh Cabe di Daerah Pegunungan

FaktorKriteria Ideal
                 Ketinggian                   700–1.500 mdpl
                 Suhu18–28°C
                 Curah hujan800–2.000 mm/tahun
                 pH tanah5,5–6,8
                 Jenis tanahGembur dan subur
                 DrainaseTidak tergenang

3. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan

A. Pemilihan Lokasi

Pilih lahan yang:

  • Mendapat sinar matahari minimal 6–8 jam/hari
  • Dekat sumber air
  • Tidak rawan longsor
  • Memiliki akses jalan pertanian
  • Drainase baik

B. Pengolahan Tanah

Langkah pengolahan:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah sedalam 30–40 cm
  3. Buat bedengan mengikuti kontur lahan untuk mencegah erosi
  4. Lebar bedengan 100–120 cm
  5. Tinggi bedengan 30–40 cm
  6. Jarak antar bedengan 50–60 cm

C. Pemberian Pupuk Dasar

Per bedengan:

  • Pupuk kandang matang: 15–20 ton/ha
  • Dolomit: 1–2 ton/ha
  • NPK dasar: 200–300 kg/ha

Diamkan lahan selama 7–14 hari sebelum tanam.


4. Pemilihan Benih Cabe

Gunakan benih unggul dengan kriteria:

  • Tahan penyakit
  • Produktivitas tinggi
  • Cocok dataran tinggi
  • Umur panen seragam

Contoh varietas:

  • Cabe merah keriting
  • Cabe besar
  • Cabe rawit dataran tinggi

5. Penyemaian Benih Cabe

Media Semai

Campuran:

  • Tanah halus
  • Pupuk kandang matang
  • Sekam bakar

Perbandingan 1:1:1

Cara Penyemaian

  1. Isi tray semai/polybag kecil
  2. Tanam benih sedalam 0,5 cm
  3. Siram pagi dan sore
  4. Beri naungan plastik UV/paranet
  5. Bibit siap tanam umur 21–30 hari

Ciri bibit siap tanam:

  • Tinggi 10–15 cm
  • Memiliki 4–6 helai daun
  • Batang kokoh

6. Sistem Tumpang Sari Cabe

A. Pola Tanam

1. Cabe + Bawang Merah

Keuntungan:

  • Mengurangi serangan hama
  • Pendapatan lebih cepat

Pola:

  • Cabe jarak 60 x 70 cm
  • Bawang merah di sela barisan cabe

2. Cabe + Kubis/Sawi

Keuntungan:

  • Menutup tanah
  • Mengurangi erosi

3. Cabe + Jagung

Keuntungan:

  • Sebagai penahan angin
  • Mengurangi kerusakan tanaman cabe

Jagung ditanam di pinggir lahan.


7. Penanaman Cabe

Langkah Penanaman

  1. Buat lubang tanam
  2. Siram bibit sebelum dipindah
  3. Tanam sore hari
  4. Lepaskan polybag dengan hati-hati
  5. Padatkan tanah di sekitar tanaman
  6. Pasang ajir/bambu penyangga

Jarak Tanam

  • Cabe merah: 60 x 70 cm
  • Cabe rawit: 50 x 60 cm

8. Pemeliharaan Tanaman

A. Penyiraman

  • Dilakukan pagi atau sore
  • Hindari genangan air
  • Musim kemarau: 1–2 kali sehari

B. Penyulaman

Dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam.

C. Penyiangan

  • Bersihkan gulma rutin
  • Dilakukan setiap 2–3 minggu

D. Pemupukan Susulan

Umur 15 HST

  • NPK 5 gram/tanaman

Umur 30 HST

  • NPK + KCl

Umur 45 HST

  • Tambahkan pupuk organik cair

Pemupukan dilakukan melingkar 10 cm dari batang.

E. Perempelan

Buang:

  • Tunas liar
  • Daun tua
  • Cabang tidak produktif

9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Umum

HamaGejalaPengendalian
ThripsDaun keritingInsektisida nabati/perangkap
Kutu daunDaun menguningSemprot pestisida organik
Ulat buahBuah berlubangSanitasi kebun

Penyakit Umum

PenyakitGejalaPengendalian
Layu fusariumTanaman layuDrainase baik
Busuk buahBuah hitamFungisida sesuai dosis
AntraknosaBercak pada buahBuang buah sakit

Pencegahan

  • Gunakan mulsa plastik
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pupuk organik
  • Jaga kebersihan lahan

10. Panen Cabe

Umur Panen

  • Cabe rawit: 75–90 hari
  • Cabe merah: 90–110 hari

Ciri Cabe Siap Panen

  • Warna merah merata
  • Ukuran maksimal
  • Buah keras dan segar

Cara Panen

  • Petik bersama tangkai
  • Panen pagi hari
  • Gunakan gunting/pisau tajam

Frekuensi panen:

  • 3–7 hari sekali

11. Keuntungan Sistem Tumpang Sari

Keuntungan Ekonomi

  • Pendapatan lebih stabil
  • Risiko gagal panen lebih kecil
  • Efisiensi lahan lebih tinggi

Keuntungan Lingkungan

  • Mengurangi erosi
  • Menjaga kesuburan tanah
  • Mengurangi gulma

Keuntungan Produksi

  • Penggunaan pupuk lebih efisien
  • Mengurangi serangan hama tertentu
  • Produksi lahan meningkat

12. Tips Sukses Budidaya Cabe Pegunungan

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak
  2. Buat saluran drainase yang baik
  3. Hindari penanaman saat hujan ekstrem
  4. Gunakan pupuk kandang matang
  5. Semprot pestisida nabati secara rutin
  6. Pasang ajir kuat karena daerah pegunungan sering berangin
  7. Gunakan varietas tahan penyakit
  8. Lakukan rotasi tanaman setelah panen

13. Contoh Jadwal Budidaya Cabe Tumpang Sari

KegiatanWaktu
Pengolahan lahanMinggu 1
Penyemaian benihMinggu 1
Pembuatan bedenganMinggu 2
PenanamanMinggu 4
Pemupukan susulanMinggu 6
Pengendalian hamaRutin
Panen awalMinggu 11–14

14. Penutup

Budidaya cabe tumpang sari di daerah pegunungan sangat potensial meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, serta pengendalian hama yang baik menjadi kunci keberhasilan usaha tani cabe di dataran tinggi.

Dengan penerapan sistem tumpang sari, petani dapat memanfaatkan lahan secara optimal, menjaga kesuburan tanah, dan mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca maupun serangan hama penyakit.

Jumat, 22 Mei 2026

Kecamatan X Koto Bergerak Cepat, Empat Nagari Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026

 

X Koto, Tanah Datar — Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan X Koto. Empat nagari di wilayah tersebut telah berhasil mencairkan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Nagari yang telah menerima pencairan Dana Desa Tahap II tersebut yaitu:

  1. Nagari Pandai Sikek sebesar Rp149.094.000,- pada 20 Mei 2026
  2. Nagari Tambangan sebesar Rp123.374.400,- pada 20 Mei 2026
  3. Nagari Jaho sebesar Rp96.037.600,- pada 22 Mei 2026
  4. Nagari Koto Laweh sebesar Rp149.382.400,- pada 22 Mei 2026

Pencairan Dana Desa Tahap II ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nagari, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap program penanganan stunting dan penguatan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Pemerintah Kecamatan X Koto mengapresiasi nagari yang telah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi dan realisasi kegiatan sehingga proses pengajuan Dana Desa Tahap II dapat berjalan lancar. Pemerintah kecamatan juga berharap nagari lainnya di Kecamatan X Koto segera menuntaskan laporan pertanggungjawaban serta melengkapi dokumen persyaratan agar pengajuan pencairan Dana Desa Tahap II dapat segera diproses.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan X Koto menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada pemerintah nagari, baik dalam penyusunan laporan, penataan administrasi, maupun percepatan pelaksanaan kegiatan dana desa.

“Kami berharap seluruh nagari di Kecamatan X Koto dapat segera mengajukan pencairan Dana Desa Tahap II sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan cairnya Dana Desa Tahap II ini, diharapkan seluruh kegiatan pembangunan di nagari dapat berjalan lebih optimal serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan X Koto.

Kamis, 02 April 2026

Pelepasan Akhir Masa Jabatan Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri, Diwarnai Haru dan Apresiasi


X Koto – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai kegiatan pelepasan akhir masa jabatan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD) Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri, yang digelar bersama para Wali Nagari se-Kecamatan X Koto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar yang diwakili oleh Deddy Prihatin, S.Kom, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar Irwadi Agusra, serta Camat Kecamatan X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, Forkopimca, Ketua BPRN,  Pendamping Desa dan Pendamping PKH. 

Dalam kesempatan tersebut, para Wali Nagari memberikan cendera mata sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas pengabdian Rahmad Nafri selama menjabat sebagai Kasi PMD. Cendera mata tersebut diserahkan oleh Ketua Forum Wali Nagari se-Kecamatan X Koto yang juga Wali Nagari Tambangan, Afrinal, Dt. Talanai.

Dalam sambutannya, Afrinal, Dt. Talanai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dedikasi Rahmad Nafri yang selama ini telah banyak membantu pemerintah nagari dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan nagari.

“Kami atas nama seluruh Wali Nagari se-Kecamatan X Koto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rahmad Nafri atas pengabdian, bimbingan, serta kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak hal yang telah beliau kontribusikan dalam mendampingi nagari, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan nagari,” ungkapnya.

Ia juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus terjaga meskipun Rahmad Nafri telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kasi PMD.

Perwakilan DPMDPPKB Kabupaten Tanah Datar, Deddy Prihatin, S.Kom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya telah lama mengenal Rahmad Nafri selama 29 tahun bersama dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Datar.

Menurutnya, Rahmad Nafri merupakan sosok aparatur yang disiplin, tegas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, serta memiliki komitmen tinggi dalam mendorong kemajuan nagari.

“Saya sudah mengenal beliau selama kurang lebih 29 tahun di lingkungan pemerintahan Kabupaten Tanah Datar. Beliau adalah sosok yang disiplin, tegas, dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pekerjaan. Bahkan HP beliau selalu aktif 24 jam untuk melayani kebutuhan koordinasi pemerintahan nagari,” ungkap Deddy Prihatin.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Rahmad Nafri selama bertugas sebagai Kasi PMD di Kecamatan X Koto.

Menurutnya, Rahmad Nafri selama ini menjadi salah satu figur penting dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan pemerintahan nagari di Kecamatan X Koto.

“Kami sangat mengapresiasi pengabdian Bapak Rahmad Nafri selama bertugas. Beliau telah banyak berkontribusi dalam mendampingi nagari, terutama dalam penguatan tata kelola pemerintahan, pelaksanaan program pembangunan nagari, serta koordinasi dengan para Wali Nagari dan pendamping desa,” ujar Camat.

Ia juga berharap dedikasi dan semangat pengabdian yang telah ditunjukkan Rahmad Nafri dapat menjadi teladan bagi aparatur pemerintahan lainnya.

Sementara itu, Rahmad Nafri menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Wali Nagari dan perangkat nagari, BPRN dan anggota, TPP Kec. X Koto serta pihak lainnya yang pernah yang selama ini telah bekerja sama dengan baik dalam menjalankan berbagai program di tingkat nagari.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama bertugas di Kecamatan X Koto. Semoga hubungan silaturahmi ini tetap terjaga ke depannya,” ujarnya.

Acara pelepasan tersebut menjadi momen penuh kekeluargaan antara pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari, sekaligus sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Rahmad Nafri yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari di Kecamatan X Koto.

TPP Indonesia | TPP Prov. Sumbar | TPP Kab. Tanah Datar

Camat X Koto Pimpin Rapat Kerja Wali Nagari, Sinkronkan Program Pembangunan dan Data Bantuan Sosial

X Koto – Pemerintah Kecamatan X Koto menggelar Rapat Kerja Wali Nagari se-Kecamatan X Koto pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi pemerintahan nagari serta memastikan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan optimal.

Rapat kerja tersebut membahas beberapa agenda strategis, di antaranya Review RPJM Nagari, Penatausahaan Keuangan Nagari melalui Aplikasi Siskeudes, serta Ground Check PBI JK bagi Penerima Bantuan Masyarakat (PBM) Non Aktif PBI.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Hadir mewakili Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Tanah Datar, yaitu Deddy Prihatin, S.Kom. Turut hadir Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, Camat Kecamatan X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, serta Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmad Nafri.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan X Koto, para Wali Nagari beserta perangkat nagari, Ketua BPRN, Pendamping Desa, serta Pendamping PKH.

Dalam rapat tersebut, para peserta melakukan pembahasan mendalam terkait Review RPJM Nagari guna memastikan dokumen perencanaan pembangunan nagari tetap relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hal ini penting agar program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat nagari.

Selanjutnya, pembahasan mengenai penatausahaan keuangan nagari melalui aplikasi Siskeudes menjadi salah satu fokus utama. Penguatan pemahaman perangkat nagari terhadap pengelolaan keuangan berbasis aplikasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta tertib administrasi dalam pengelolaan dana nagari.

Sementara itu, agenda ground check PBI JK bagi PBM Non Aktif PBI juga menjadi perhatian dalam rapat kerja ini. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan terhadap data penerima bantuan, sehingga bantuan sosial yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta para pendamping dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Melalui rapat kerja ini diharapkan seluruh unsur pemerintahan nagari dapat meningkatkan koordinasi dan pemahaman terhadap berbagai kebijakan serta program yang sedang berjalan, sehingga pelaksanaan pembangunan di nagari dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

 TPP Indonesia | TPP Prov. Sumbar | TPP Kab. Tanah Datar

Jumat, 20 Maret 2026

9 Nagari di Kecamatan X Koto Terima Dana Desa Tahap I 2026, Tancap Gas Wujudkan Program Nagari

 X Koto — Angin segar berhembus di Kecamatan X Koto. Sebanyak 9 nagari resmi menerima pencairan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun 2026 hingga pertengahan Maret ini. Dana tersebut telah masuk langsung ke rekening kas nagari dan siap dimanfaatkan untuk berbagai program prioritas, mulai dari Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) hingga pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Berikut rincian nagari penerima Dana Desa Tahap I Tahun 2026:

  • Nagari Paninjauan Rp224.073.600,- (10 Maret 2026)

  • Nagari Tambangan Rp185.061.600,- (10 Maret 2026)

  • Nagari Panyalaian Rp224.073.600,- (10 Maret 2026)

  • Nagari Jaho Rp144.056.400,- (13 Maret 2026)

  • Nagari Koto Laweh Rp224.073.600,- (13 Maret 2026)

  • Nagari Pandai Sikek Rp223.641.000,- (13 Maret 2026)

  • Nagari Koto Baru Rp160.798.800,- (16 Maret 2026)

  • Nagari Aie Angek Rp191.474.400,- (16 Maret 2026)

  • Nagari Singgalang Rp224.073.600,- (17 Maret 2026)

Pencairan ini menjadi bukti kesiapan Pemerintah Nagari dalam memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan perencanaan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.

Proses Ketat, Hasil Cepat

Proses pencairan Dana Desa tidak terjadi secara instan. Tahapan dimulai dari penyusunan APB Nagari Tahun 2026 yang memuat program prioritas, termasuk BLT-DD sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat. Selanjutnya, pemerintah nagari harus melengkapi berbagai dokumen penting seperti Peraturan Nagari tentang APB Nagari, serta dokumen pendukung lainnya. Semua berkas ini diverifikasi secara berjenjang.

Peran Pemerintah Kecamatan X Koto melalui Kasi PMD Rahmat Nafri menjadi krusial dalam memastikan kelengkapan dan kesesuaian dokumen. Bersama Pendamping Desa, mereka melakukan pembinaan dan pendampingan langsung agar proses berjalan lancar tanpa kendala administrasi.

Setelah dinyatakan lengkap, pengajuan diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Tanah Datar hingga akhirnya dana ditransfer dari RKUN ke RKUD dan langsung masuk ke rekening nagari.

Tidak hanya itu, Sekretaris Nagari juga menjadi penghubung utama antara perangkat nagari dengan pihak kecamatan dan pendamping desa, sehingga proses verifikasi dapat berjalan cepat dan tepat.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan

Di sinilah Sekretaris Nagari memegang peranan strategis sebagai koordinator administrasi. Sekretaris Nagari bertanggung jawab memastikan seluruh dokumen lengkap, valid, dan sesuai dengan ketentuan sebelum diajukan ke tingkat kecamatan.

Keberhasilan pencairan Dana Desa Tahap I ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Pemerintah Kecamatan X Koto, Pemerintahan Nagari, hingga Pendamping Desa. 

Pemerintah Kecamatan X Koto juga terus mendorong percepatan proses dengan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap nagari. Pendamping Desa berperan aktif sejak tahap perencanaan hingga pengawalan pencairan, memastikan setiap tahapan sesuai regulasi.

Fokus pada BLT dan Pembangunan

Dengan telah cairnya Dana Desa Tahap I, pemerintah nagari diharapkan segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan. Penyaluran BLT-DD menjadi prioritas utama, disusul dengan kegiatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat nagari.

Ucapan Terima Kasih

Pemerintah nagari se-Kecamatan X Koto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026, khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Kecamatan X Koto, Pendamping Desa, serta TAPM Kabupaten Tanah yang selalu membimbing Pemerintahah Nagari dan seluruh unsur terkait lainnya.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, Dana Desa diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kemajuan nagari dan kesejahteraan masyarakat.

TPP Indonesia | TPP Sumbar | TPP Tanah Datar



Jumat, 13 Maret 2026

Enam Nagari di Kecamatan X Koto Terima Dana Desa Tahap I 2026, TAPM Ingatkan Kewajiban Publikasi Kegiatan

 


X Koto - Sebanyak enam nagari di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar telah menerima pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 pada pertengahan Maret 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan prioritas lainnya yang telah direncanakan dalam APB Nagari Tahun 2026.

Adapun nagari yang telah menerima pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Kecamatan X Koto yaitu:

Nagari Paninjauan sebesar Rp224.073.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Tambangan sebesar Rp185.061.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Panyalaian sebesar Rp224.073.600,- pada 10 Maret 2026

Nagari Jaho sebesar Rp144.056.400,- pada 13 Maret 2026

Nagari Koto Laweh sebesar Rp373.456.000,- pada 13 Maret 2026

Nagari Pandai Sikek sebesar Rp223.641.000,- pada 13 Maret 2026

Dengan telah masuknya Dana Desa Tahap I tersebut, pemerintah nagari diharapkan segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan, termasuk pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat, program ketahanan pangan, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat yang berhak menerima.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa setiap kegiatan yang bersumber dari Dana Desa juga harus dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sesuai dengan Permendesa PDTT Nomor 16 Tahun 2026 Pasal 10, yang menyebutkan bahwa setiap kegiatan yang bersumber dari Dana Desa wajib dipublikasikan melalui media informasi nagari, termasuk media sosial nagari dan media informasi lainnya agar masyarakat dapat mengetahui penggunaan Dana Desa.

“Ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Setiap kegiatan yang menggunakan Dana Desa perlu dipublikasikan melalui media sosial nagari maupun media informasi lainnya sehingga masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut,” ungkap Irwadi Agusra.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa Pasal 11 dalam peraturan tersebut menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa, dimana pemerintah nagari wajib menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat terkait penggunaan Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga hasil yang dicapai.

Dengan adanya ketentuan tersebut, diharapkan pengelolaan Dana Desa dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat nagari.

Selasa, 10 Maret 2026

Tiga Nagari di Kecamatan X Koto Cairkan Dana Desa Tahap I 2026, BLT-DD Januari–Maret Segera Disalurkan

 


X Koto – Tiga nagari di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar telah menerima penyaluran Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 pada 10 Maret 2026. Penyaluran dana desa ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan nagari serta pemberdayaan masyarakat.

Adapun nagari yang telah menerima Dana Desa Tahap I Tahun 2026 yaitu:

  1. Nagari Paninjauan sebesar Rp 224.073.600,-
  2. Nagari Tambangan sebesar Rp 185.061.600,-
  3. Nagari Panyalaian sebesar Rp 224.073.600,-

Dengan telah dicairkannya Dana Desa Tahap I tersebut, pemerintah nagari diharapkan segera melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan dalam APB Nagari Tahun 2026, termasuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran BLT-DD Tahap I tersebut mencakup bantuan untuk bulan Januari, Februari dan Maret Tahun 2026, sehingga masyarakat penerima manfaat dapat segera merasakan dampak dari program bantuan pemerintah melalui Dana Desa.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menyampaikan bahwa dengan telah masuknya Dana Desa Tahap I ke rekening kas nagari, pemerintah nagari diharapkan dapat segera menyalurkan BLT-DD kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Dengan telah dicairkannya Dana Desa Tahap I, kami berharap pemerintah nagari dapat segera menyalurkan BLT Dana Desa untuk bulan Januari, Februari dan Maret 2026 kepada Keluarga Penerima Manfaat sesuai dengan data yang telah ditetapkan melalui musyawarah nagari,” ujar Irwadi Agusra via WA.

Ia juga menekankan agar penyaluran BLT Dana Desa dilakukan secara transparan, tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga bantuan tersebut benar-benar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan X Koto juga memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses pencairan Dana Desa Tahap I ini. Melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Rahmat Nafri bersama Pendamping Desa, pemerintah kecamatan melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada pemerintah nagari dalam proses pemenuhan persyaratan pencairan dana desa.

Pendampingan tersebut meliputi verifikasi kelengkapan dokumen, memastikan APB Nagari telah ditetapkan, serta memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara Pemerintah Kecamatan, Pendamping Desa, serta Pemerintah Nagari, proses pencairan Dana Desa Tahap I Tahun 2026 di Kecamatan X Koto dapat berjalan dengan lancar.

Diharapkan melalui pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dan akuntabel, berbagai program pembangunan nagari, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan prioritas seperti ketahanan pangan dan bantuan sosial kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari di Kecamatan X Koto.


Jumat, 27 Februari 2026

Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto Sesuai PP Nomor 11 Tahun 2021


Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar — Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan (MNT) BUMNag Tahun Buku 2025 di Kecamatan X Koto telah dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur kewajiban BUMDes/BUMNag menyampaikan laporan pertanggungjawaban melalui forum musyawarah nagari/desa. Musyawarah ini diselenggarakan paling lama 6 (enam) bulan setelah tahun buku lampau berakhir.

Adapun BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 yaitu:

  1. BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan, Nagari Paninjauan, dilaksanakan pada 04 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd.

  2. BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru, Nagari Koto Baru, dilaksanakan pada 24 Februari 2026, dihadiri oleh Wali Nagari Koto Baru Adenis.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan dari Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, serta unsur Pemerintah Nagari, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), pengurus dan pengawas BUMNag, tokoh masyarakat, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto.

Dalam Musyawarah Nagari Tahunan, pengurus BUMNag menyampaikan Laporan Tahunan sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2021 Pasal 58 Ayat (6) yang paling sedikit memuat:

a. Perhitungan tahunan yang terdiri atas laporan posisi keuangan akhir tahun buku yang baru berakhir dan perhitungan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan beserta penjelasannya;
b. Laporan posisi keuangan dan perhitungan laba rugi konsolidasi dari unit usaha BUM Desa/BUM Desa Bersama;
c. Laporan mengenai keadaan dan jalannya BUM Desa/BUM Desa Bersama serta hasil yang telah dicapai;
d. Kegiatan utama BUM Desa/BUM Desa Bersama dan perubahan selama tahun buku;
e. Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang memengaruhi kegiatan BUM Desa/BUM Desa Bersama; dan
f. Laporan mengenai tugas pengurusan oleh pelaksana operasional, pengawasan oleh pengawas, dan pemberian nasihat oleh penasihat yang telah dilaksanakan selama tahun buku yang baru berakhir.

Pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan tata kelola BUMNag yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus sebagai sarana evaluasi bersama terhadap kinerja usaha nagari dan perencanaan pengembangan ke depan agar mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Nagari (PAN) serta kesejahteraan masyarakat.

Tanggapan dan Harapan Pimpinan Daerah

Wali Nagari Paninjauan Drs. Afrizal, M.Pd menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Panama Sejahtera Paninjauan yang berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Ia menilai laporan pertanggungjawaban yang disampaikan menjadi bukti komitmen pengurus dalam mengelola usaha nagari secara profesional.
Ia berharap ke depan BUMNag dapat terus mengembangkan unit usaha produktif dan inovatif sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Nagari serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Wali Nagari Koto Baru Adenis menyampaikan bahwa pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan BUMNag Bersatu Maju Sejahtera Koto Baru merupakan bentuk akuntabilitas pengelolaan usaha nagari kepada masyarakat. Ia menilai capaian selama Tahun Buku 2025 menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.
Ia berharap BUMNag dapat terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi nagari melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan usaha produktif lainnya, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Nagari.

Sementara itu, Camat X Koto Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP memberikan apresiasi kepada seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto yang telah melaksanakan Musyawarah Nagari Tahunan sesuai ketentuan PP Nomor 11 Tahun 2021. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan musyawarah merupakan indikator penting tata kelola kelembagaan yang baik dan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Camat berharap BUMNag di Kecamatan X Koto terus meningkatkan kapasitas kelembagaan, manajemen usaha, serta inovasi program agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, dengan memperkuat sinergi antara Pemerintah Nagari, BUMNag, Pendamping Desa, dan seluruh pemangku kepentingan.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini juga tidak terlepas dari peran TAPM Kab. Tanah Datar, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Kecamatan X Koto yang melakukan pendampingan mulai dari penguatan kelembagaan, fasilitasi pemahaman regulasi, penyusunan laporan tahunan, hingga memastikan musyawarah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan terlaksananya Musyawarah Nagari Tahunan Tahun Buku 2025 ini, diharapkan seluruh BUMNag di Kecamatan X Koto semakin profesional dalam pengelolaan usaha serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi nagari yang berkelanjutan.

TPP Kec. X Koto, TPP Kab. Tanah Datar, TPP Prov. Sumbar, TPP Indonesia