Pandai Sikek - Upaya memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel terus dilakukan oleh BUMNag Bukik Kumayan, Nagari Pandai Sikek. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Musyawarah Nagari Tahunan (MNT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Kantor Wali Nagari Pandai Sikek, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum resmi pertanggungjawaban pengurus BUMNag kepada masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.
Dalam pemaparannya, pengurus BUMNag menyampaikan laporan keuangan Tahun Buku 2025 yang telah disusun sesuai standar Kepmendesa PDTT Nomor 136 Tahun 2022. Penyampaian laporan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan usaha berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak hanya itu, dalam forum tersebut juga diungkapkan bahwa BUMNag Bukik Kumayan mengelola penyertaan modal nagari untuk program ketahanan pangan sebesar Rp222.837.000. Dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya bawang merah dan cabai dengan sistem tumpang sari, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta pendapatan masyarakat.
Musyawarah ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting nagari, mulai dari pemerintah nagari, BPRN, pengawas BUMNag, tokoh masyarakat, hingga pendamping desa. Hadir pula Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmat Nafri, serta TAPM Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra.
Wali Nagari Pandai Sikek, Mas’ap Widiawan, Dt. Bandaro, dalam sambutannya menekankan bahwa MNT bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMNag.
“Melalui forum ini, kita memastikan bahwa pengelolaan BUMNag telah berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap BUMNag dapat terus berkembang dan menghadirkan usaha-usaha produktif yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat nagari.
Senada dengan itu, Kasi PMD Kecamatan X Koto, Rahmat Nafri, mengapresiasi pelaksanaan MNT yang dinilai telah berjalan sesuai ketentuan.
“Ini adalah bentuk komitmen terhadap akuntabilitas. Ke depan, laporan keuangan harus semakin baik dan konsisten mengacu pada aturan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, TAPM Kabupaten Tanah Datar, Irwadi Agusra, menilai bahwa MNT menjadi ruang evaluasi penting dalam menjaga keberlanjutan BUMNag.
“BUMNag harus dikelola secara profesional, baik dari sisi kelembagaan, usaha, maupun keuangan. Pendampingan akan terus kami lakukan agar BUMNag semakin berkembang,” jelasnya.
Ke depan, BUMNag Bukik Kumayan juga telah menyiapkan langkah pengembangan usaha dengan merencanakan sektor wisata alam pada tahun 2026. Pengembangan ini akan didukung melalui penyertaan modal nagari reguler sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.
Dengan pelaksanaan MNT ini, BUMNag Bukik Kumayan diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nagari, sekaligus menjadi contoh pengelolaan usaha nagari yang transparan dan berkelanjutan.















.jpeg)








