Minggu, 24 Mei 2026

Kenali Makanan dan Minuman Sehat agar Asam Lambung Tidak Mudah Naik

 

Makanan dan Minuman Sehat bagi Penderita Asam Lambung, Ini yang Dianjurkan Ahli

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD menjadi salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat. Gejalanya seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, perut kembung, hingga rasa pahit di mulut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kekambuhan asam lambung adalah menjaga pola makan dan memilih makanan serta minuman yang tepat. Konsumsi makanan sehat dapat membantu menenangkan lambung dan memperbaiki sistem pencernaan.

Makanan yang Baik untuk Lambung

Beberapa jenis makanan diketahui aman dan baik dikonsumsi penderita asam lambung karena mudah dicerna dan tidak memicu iritasi lambung.

1. Oatmeal

Oatmeal kaya serat dan mampu menyerap asam lambung berlebih. Selain itu, makanan ini juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan baik untuk kesehatan pencernaan.

2. Pisang

Buah pisang memiliki sifat basa alami yang dapat membantu menetralkan asam lambung. Teksturnya yang lembut juga aman bagi lambung sensitif.

3. Pepaya

Pepaya mengandung enzim papain yang membantu memperlancar proses pencernaan dan mengurangi iritasi pada lambung.

4. Sayuran Hijau

Sayuran seperti brokoli, wortel, buncis, dan labu siam rendah lemak serta tinggi serat sehingga aman dikonsumsi penderita GERD.

5. Daging Tanpa Lemak

Dada ayam tanpa kulit atau ikan rendah lemak lebih mudah dicerna dibanding makanan berlemak tinggi yang dapat memicu naiknya asam lambung.

6. Nasi Putih dan Kentang

Kedua makanan ini menjadi sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.

Minuman yang Aman untuk Penderita Asam Lambung

Selain makanan, pemilihan minuman juga sangat penting agar lambung tetap nyaman dan tidak mudah kambuh.

1. Air Putih

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan mencegah dehidrasi.

2. Teh Chamomile

Teh herbal ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu menenangkan lambung dan mengurangi stres.

3. Teh Jahe

Jahe dapat membantu meredakan mual dan mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

4. Air Kelapa Muda

Air kelapa memiliki sifat alkali alami yang membantu menetralkan asam lambung dan menyegarkan tubuh.

5. Jus Wortel

Jus wortel rendah asam dan kaya vitamin sehingga baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Penderita asam lambung disarankan membatasi makanan pedas, gorengan, makanan berlemak, cokelat, kopi, minuman bersoda, dan buah yang terlalu asam seperti jeruk serta nanas.

Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat dan langsung tidur setelah makan juga perlu dihindari karena dapat memicu naiknya asam lambung.

Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain menjaga pola makan, penderita asam lambung juga dianjurkan mengelola stres, rutin berolahraga ringan, dan menjaga berat badan ideal agar gejala tidak mudah kambuh.

Dengan memilih makanan dan minuman yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat, penderita asam lambung dapat menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif setiap hari.

Lambung Sehat, Aktivitas Lancar: Begini Pola Hidup Sehat untuk Penderita GERD

 

Pola Hidup Sehat Penderita Sakit Asam Lambung: Kunci Hidup Nyaman dan Produktif

Kesehatan – Sakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa perih di dada, nyeri ulu hati, mual, hingga rasa pahit di mulut.

Meski sering dianggap sepele, asam lambung yang kambuh terus-menerus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Oleh karena itu, penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mengontrol gejala dan mencegah kekambuhan.

Makan Teratur dan Pilih Makanan Sehat

Penderita asam lambung dianjurkan makan secara teratur dengan porsi kecil namun lebih sering, sekitar 3–5 kali sehari. Kebiasaan makan berlebihan dalam satu waktu dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan memicu naiknya asam lambung.

Selain itu, makanan rendah lemak dan tidak terlalu pedas lebih aman dikonsumsi. Sayur, buah non-asam seperti pisang dan pepaya, serta oatmeal menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kesehatan lambung.

Sebaliknya, makanan pedas, gorengan, santan, kopi, minuman bersoda, dan cokelat sebaiknya dikurangi karena dapat memicu iritasi lambung.

Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan juga menjadi salah satu penyebab asam lambung mudah naik. Idealnya, beri jeda sekitar 2–3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan dengan baik.

Saat tidur, penderita asam lambung juga disarankan menggunakan posisi kepala lebih tinggi sekitar 15–20 cm untuk membantu mencegah refluks asam lambung.

Kelola Stres dan Jaga Berat Badan

Stres berlebihan dapat memperparah gangguan lambung. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dengan istirahat cukup, relaksasi, olahraga ringan, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Menjaga berat badan ideal juga sangat penting. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Perbanyak Minum Air Putih dan Olahraga Ringan

Minum air putih minimal delapan gelas per hari membantu menjaga sistem pencernaan tetap baik. Selain itu, olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, atau senam dapat membantu menjaga metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya asam lambung.

Kapan Harus ke Dokter?

Penderita asam lambung perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala seperti nyeri ulu hati yang sering kambuh, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau muntah darah.

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, penderita asam lambung dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan tetap produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung (KJA), Peluang Usaha Menjanjikan

 

Panen Menjanjikan! Budidaya Ikan Nila dengan Keramba Jaring Apung Jadi Peluang Emas Masyarakat

X Koto — Budidaya ikan nila menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) kini menjadi salah satu usaha perikanan yang semakin diminati masyarakat. Selain mudah dikembangkan, usaha ini dinilai mampu memberikan keuntungan besar dengan memanfaatkan potensi perairan seperti danau, waduk, sungai, maupun embung.

Metode KJA dilakukan dengan menempatkan ikan nila di dalam jaring terapung yang dipasang di perairan terbuka. Sistem ini memungkinkan sirkulasi air berlangsung alami sehingga pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat dan sehat. Tidak heran, budidaya nila KJA kini menjadi andalan banyak kelompok usaha perikanan di berbagai daerah.

Menurut panduan budidaya yang diterbitkan WWF-Indonesia, keberhasilan usaha KJA sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi, kualitas air, pakan, serta manajemen pemeliharaan ikan. Link patkan Buku Panduan Budidaya Ikan Nila Sistim KJA

Ikan nila sendiri dikenal memiliki daya tahan tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Dalam waktu sekitar 4 hingga 6 bulan, ikan sudah dapat dipanen dengan ukuran konsumsi mencapai 300 gram hingga 1 kilogram per ekor.

Selain memiliki pasar yang luas, budidaya nila KJA juga dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Dengan pengelolaan yang baik, satu unit keramba dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar setiap siklus panen.

Pemilihan lokasi menjadi faktor utama dalam usaha ini. Perairan yang ideal memiliki kedalaman cukup, arus air stabil, tidak tercemar limbah, serta memiliki akses transportasi yang mudah. Lokasi yang tepat akan membantu menjaga kualitas air dan mengurangi risiko penyakit ikan.

Dalam proses pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kebutuhan ikan. Kebersihan jaring, pengawasan kesehatan ikan, serta pengontrolan kualitas air juga harus dilakukan secara rutin agar hasil panen maksimal.

Pemerintah daerah dan pendamping masyarakat terus mendorong pengembangan budidaya ikan nila sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui pembinaan kelompok budidaya, diharapkan masyarakat mampu mengelola usaha perikanan secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan tingginya permintaan pasar terhadap ikan nila, budidaya menggunakan Keramba Jaring Apung dipandang sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa depan. Selain mendukung ketahanan pangan, usaha ini juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar perairan.

Sabtu, 23 Mei 2026

Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan


Cara Budidaya Cabe Tumpang Sari di Daerah Pegunungan

1. Pengertian Tumpang Sari Cabe

Budidaya cabe tumpang sari adalah sistem penanaman cabe yang dikombinasikan dengan tanaman lain dalam satu lahan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, mengurangi risiko gagal panen, dan menambah pendapatan petani.

Di daerah pegunungan, sistem tumpang sari sangat cocok karena:

  • Suhu lebih sejuk
  • Curah hujan cukup tinggi
  • Tanah relatif subur
  • Risiko erosi lebih besar sehingga perlu penutup lahan

Tanaman yang cocok ditumpangsarikan dengan cabe antara lain:

  • Bawang merah
  • Kubis
  • Sawi
  • Tomat
  • Jagung
  • Kacang panjang
  • Seledri

2. Syarat Tumbuh Cabe di Daerah Pegunungan

FaktorKriteria Ideal
                 Ketinggian                   700–1.500 mdpl
                 Suhu18–28°C
                 Curah hujan800–2.000 mm/tahun
                 pH tanah5,5–6,8
                 Jenis tanahGembur dan subur
                 DrainaseTidak tergenang

3. Pemilihan Lokasi dan Persiapan Lahan

A. Pemilihan Lokasi

Pilih lahan yang:

  • Mendapat sinar matahari minimal 6–8 jam/hari
  • Dekat sumber air
  • Tidak rawan longsor
  • Memiliki akses jalan pertanian
  • Drainase baik

B. Pengolahan Tanah

Langkah pengolahan:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah sedalam 30–40 cm
  3. Buat bedengan mengikuti kontur lahan untuk mencegah erosi
  4. Lebar bedengan 100–120 cm
  5. Tinggi bedengan 30–40 cm
  6. Jarak antar bedengan 50–60 cm

C. Pemberian Pupuk Dasar

Per bedengan:

  • Pupuk kandang matang: 15–20 ton/ha
  • Dolomit: 1–2 ton/ha
  • NPK dasar: 200–300 kg/ha

Diamkan lahan selama 7–14 hari sebelum tanam.


4. Pemilihan Benih Cabe

Gunakan benih unggul dengan kriteria:

  • Tahan penyakit
  • Produktivitas tinggi
  • Cocok dataran tinggi
  • Umur panen seragam

Contoh varietas:

  • Cabe merah keriting
  • Cabe besar
  • Cabe rawit dataran tinggi

5. Penyemaian Benih Cabe

Media Semai

Campuran:

  • Tanah halus
  • Pupuk kandang matang
  • Sekam bakar

Perbandingan 1:1:1

Cara Penyemaian

  1. Isi tray semai/polybag kecil
  2. Tanam benih sedalam 0,5 cm
  3. Siram pagi dan sore
  4. Beri naungan plastik UV/paranet
  5. Bibit siap tanam umur 21–30 hari

Ciri bibit siap tanam:

  • Tinggi 10–15 cm
  • Memiliki 4–6 helai daun
  • Batang kokoh

6. Sistem Tumpang Sari Cabe

A. Pola Tanam

1. Cabe + Bawang Merah

Keuntungan:

  • Mengurangi serangan hama
  • Pendapatan lebih cepat

Pola:

  • Cabe jarak 60 x 70 cm
  • Bawang merah di sela barisan cabe

2. Cabe + Kubis/Sawi

Keuntungan:

  • Menutup tanah
  • Mengurangi erosi

3. Cabe + Jagung

Keuntungan:

  • Sebagai penahan angin
  • Mengurangi kerusakan tanaman cabe

Jagung ditanam di pinggir lahan.


7. Penanaman Cabe

Langkah Penanaman

  1. Buat lubang tanam
  2. Siram bibit sebelum dipindah
  3. Tanam sore hari
  4. Lepaskan polybag dengan hati-hati
  5. Padatkan tanah di sekitar tanaman
  6. Pasang ajir/bambu penyangga

Jarak Tanam

  • Cabe merah: 60 x 70 cm
  • Cabe rawit: 50 x 60 cm

8. Pemeliharaan Tanaman

A. Penyiraman

  • Dilakukan pagi atau sore
  • Hindari genangan air
  • Musim kemarau: 1–2 kali sehari

B. Penyulaman

Dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam.

C. Penyiangan

  • Bersihkan gulma rutin
  • Dilakukan setiap 2–3 minggu

D. Pemupukan Susulan

Umur 15 HST

  • NPK 5 gram/tanaman

Umur 30 HST

  • NPK + KCl

Umur 45 HST

  • Tambahkan pupuk organik cair

Pemupukan dilakukan melingkar 10 cm dari batang.

E. Perempelan

Buang:

  • Tunas liar
  • Daun tua
  • Cabang tidak produktif

9. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Umum

HamaGejalaPengendalian
ThripsDaun keritingInsektisida nabati/perangkap
Kutu daunDaun menguningSemprot pestisida organik
Ulat buahBuah berlubangSanitasi kebun

Penyakit Umum

PenyakitGejalaPengendalian
Layu fusariumTanaman layuDrainase baik
Busuk buahBuah hitamFungisida sesuai dosis
AntraknosaBercak pada buahBuang buah sakit

Pencegahan

  • Gunakan mulsa plastik
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pupuk organik
  • Jaga kebersihan lahan

10. Panen Cabe

Umur Panen

  • Cabe rawit: 75–90 hari
  • Cabe merah: 90–110 hari

Ciri Cabe Siap Panen

  • Warna merah merata
  • Ukuran maksimal
  • Buah keras dan segar

Cara Panen

  • Petik bersama tangkai
  • Panen pagi hari
  • Gunakan gunting/pisau tajam

Frekuensi panen:

  • 3–7 hari sekali

11. Keuntungan Sistem Tumpang Sari

Keuntungan Ekonomi

  • Pendapatan lebih stabil
  • Risiko gagal panen lebih kecil
  • Efisiensi lahan lebih tinggi

Keuntungan Lingkungan

  • Mengurangi erosi
  • Menjaga kesuburan tanah
  • Mengurangi gulma

Keuntungan Produksi

  • Penggunaan pupuk lebih efisien
  • Mengurangi serangan hama tertentu
  • Produksi lahan meningkat

12. Tips Sukses Budidaya Cabe Pegunungan

  1. Gunakan mulsa plastik hitam perak
  2. Buat saluran drainase yang baik
  3. Hindari penanaman saat hujan ekstrem
  4. Gunakan pupuk kandang matang
  5. Semprot pestisida nabati secara rutin
  6. Pasang ajir kuat karena daerah pegunungan sering berangin
  7. Gunakan varietas tahan penyakit
  8. Lakukan rotasi tanaman setelah panen

13. Contoh Jadwal Budidaya Cabe Tumpang Sari

KegiatanWaktu
Pengolahan lahanMinggu 1
Penyemaian benihMinggu 1
Pembuatan bedenganMinggu 2
PenanamanMinggu 4
Pemupukan susulanMinggu 6
Pengendalian hamaRutin
Panen awalMinggu 11–14

14. Penutup

Budidaya cabe tumpang sari di daerah pegunungan sangat potensial meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Pengelolaan lahan, pemilihan varietas, pemupukan, serta pengendalian hama yang baik menjadi kunci keberhasilan usaha tani cabe di dataran tinggi.

Dengan penerapan sistem tumpang sari, petani dapat memanfaatkan lahan secara optimal, menjaga kesuburan tanah, dan mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca maupun serangan hama penyakit.

Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

 

Cara Budidaya Cabe di Daerah Pegunungan Kaki Gunung Singgalang

Budidaya cabe di daerah kaki Gunung Singgalang memiliki potensi sangat baik karena suhu sejuk, tanah subur, dan ketersediaan air cukup. Namun, kondisi pegunungan juga memiliki tantangan seperti curah hujan tinggi, kabut, dan serangan penyakit jamur. Berikut langkah budidaya cabe yang cocok diterapkan di wilayah pegunungan seperti Kecamatan X Koto dan sekitarnya.


1. Pemilihan Lokasi

Kriteria lahan yang baik:

  • Ketinggian: 800–1.400 mdpl
  • Mendapat sinar matahari cukup
  • Drainase baik (tidak tergenang)
  • Dekat sumber air
  • pH tanah ideal 5,5–6,8

Tips:

Buat bedengan mengikuti kontur lahan agar mengurangi erosi di daerah miring.


2. Pemilihan Varietas Cabe

Varietas yang cocok di daerah dingin:

  • Cabe merah keriting: Lado F1, Kencana, TM 999
  • Cabe rawit: Dewata 43, Bara, Bhaskara
  • Cabe besar: Tanjung 2, Kastilo

Pilih benih:

  • Bersertifikat
  • Tahan penyakit
  • Cocok untuk dataran tinggi

3. Pengolahan Lahan

Langkah:

  1. Bersihkan gulma dan sisa tanaman
  2. Cangkul atau bajak tanah
  3. Buat bedengan:
    • Lebar: 100–120 cm
    • Tinggi: 30–40 cm
    • Jarak antar bedengan: 50–60 cm
  4. Berikan pupuk kandang matang:
    • 15–20 ton/hektar
  5. Tambahkan dolomit bila tanah asam

Mulsa:

Gunakan mulsa plastik hitam perak untuk:

  • Menekan gulma
  • Menjaga kelembaban
  • Mengurangi penyakit

4. Penyemaian Benih

Cara:

  • Rendam benih air hangat ±3 jam
  • Semai pada tray atau polybag kecil
  • Gunakan media:
    • tanah
    • kompos
    • sekam bakar
  • Simpan di tempat teduh

Bibit siap tanam umur:

  • 20–30 hari
  • Memiliki 4–6 helai daun

5. Penanaman

Jarak tanam:

  • 60 × 70 cm
    atau
  • 70 × 70 cm

Waktu tanam terbaik:

  • Awal musim kemarau
  • Hindari puncak hujan karena rawan busuk dan jamur

Cara:

  • Tanam sore hari
  • Siram secukupnya
  • Pasang ajir/bambu penyangga sejak awal

6. Pemupukan

Pemupukan Dasar:

  • Pupuk kandang
  • NPK
  • SP-36
  • KCl

Pemupukan Susulan:

Dilakukan setiap 10–14 hari:

  • NPK
  • Pupuk organik cair
  • Kalsium dan magnesium untuk mencegah busuk buah

Tips:

Di daerah dingin, pertumbuhan lebih lambat sehingga pemupukan harus teratur tetapi tidak berlebihan.


7. Pengairan

Daerah kaki Singgalang biasanya lembab, sehingga:

  • Penyiraman cukup 1–2 kali sehari saat kemarau
  • Saat hujan, pastikan saluran air lancar

Jangan sampai akar tergenang.


8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama umum:

  • Thrips
  • Kutu daun
  • Ulat buah
  • Lalat buah

Penyakit umum daerah pegunungan:

  • Patek/antraknosa
  • Layu fusarium
  • Busuk batang
  • Embun tepung

Pengendalian:

  • Gunakan mulsa
  • Sanitasi kebun
  • Buang buah terserang
  • Rotasi tanaman
  • Gunakan pestisida sesuai dosis bila diperlukan

Tips penting:

Kabut dan hujan di pegunungan mempercepat jamur berkembang. Jaga sirkulasi udara dengan pemangkasan ringan.


9. Pemeliharaan

Lakukan:

  • Penyiangan gulma
  • Pengikatan batang ke ajir
  • Pemangkasan tunas bawah
  • Pengecekan hama rutin

10. Panen

Cabe mulai panen:

  • Umur 75–100 hari setelah tanam
  • Panen setiap 3–5 hari

Ciri cabe siap panen:

  • Warna merah merata
  • Buah padat dan mengkilap

Potensi hasil:

Dengan perawatan baik:

  • 10–20 ton/hektar

Tips Sukses Budidaya Cabe di Kaki Gunung Singgalang

✅ Gunakan pupuk organik lebih banyak
✅ Hindari tanam saat curah hujan ekstrem
✅ Gunakan varietas tahan penyakit
✅ Perhatikan drainase lahan miring
✅ Lakukan penyemprotan preventif jamur saat musim kabut
✅ Manfaatkan sistem tumpang sari untuk mengurangi risiko gagal panen


Peluang Usaha

Budidaya cabe di kawasan X Koto dan sekitar Singgalang sangat potensial karena:

  • Permintaan pasar tinggi
  • Dekat sentra wisata dan pasar tradisional
  • Cocok dikembangkan BUMNag dan kelompok tani
  • Bisa dikombinasikan dengan pertanian organik dan agrowisata

Jumat, 22 Mei 2026

Kecamatan X Koto Bergerak Cepat, Empat Nagari Sudah Terima Dana Desa Tahap II 2026

 

X Koto, Tanah Datar — Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan X Koto. Empat nagari di wilayah tersebut telah berhasil mencairkan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah nagari dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Nagari yang telah menerima pencairan Dana Desa Tahap II tersebut yaitu:

  1. Nagari Pandai Sikek sebesar Rp149.094.000,- pada 20 Mei 2026
  2. Nagari Tambangan sebesar Rp123.374.400,- pada 20 Mei 2026
  3. Nagari Jaho sebesar Rp96.037.600,- pada 22 Mei 2026
  4. Nagari Koto Laweh sebesar Rp149.382.400,- pada 22 Mei 2026

Pencairan Dana Desa Tahap II ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas nagari, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap program penanganan stunting dan penguatan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag).

Pemerintah Kecamatan X Koto mengapresiasi nagari yang telah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi dan realisasi kegiatan sehingga proses pengajuan Dana Desa Tahap II dapat berjalan lancar. Pemerintah kecamatan juga berharap nagari lainnya di Kecamatan X Koto segera menuntaskan laporan pertanggungjawaban serta melengkapi dokumen persyaratan agar pengajuan pencairan Dana Desa Tahap II dapat segera diproses.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan X Koto menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada pemerintah nagari, baik dalam penyusunan laporan, penataan administrasi, maupun percepatan pelaksanaan kegiatan dana desa.

“Kami berharap seluruh nagari di Kecamatan X Koto dapat segera mengajukan pencairan Dana Desa Tahap II sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan cairnya Dana Desa Tahap II ini, diharapkan seluruh kegiatan pembangunan di nagari dapat berjalan lebih optimal serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan X Koto.

Kamis, 07 Mei 2026

BUMNag Talago Kumbang Jaho Sukses Panen Bawang Merah, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

 


Jaho – BUMNag Talago Kumbang Nagari Jaho, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar berhasil melaksanakan panen bawang merah sebagai bagian dari program usaha ketahanan pangan nagari pada hari Rabu tanggal 6 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen BUMNag dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian produktif.

Panen bawang merah tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan stakeholder terkait, di antaranya Pemerintahan Kecamatan X Koto, BPRN Nagari Jaho, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Koordinator BPP Kecamatan X Koto, Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.

Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.STP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BUMNag Talago Kumbang Jaho dalam mengelola program ketahanan pangan hingga mencapai hasil panen yang memuaskan.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan pangan nagari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap usaha budidaya bawang merah ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi nagari lainnya di Kecamatan X Koto,” ujar Camat.


Sementara itu, Wali Nagari Jaho, Jonnaidi Dt. Tumbijo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan program ketahanan pangan yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintahan Nagari Jaho, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas program ketahanan pangan yang sangat membantu peningkatan perekonomian masyarakat. Apresiasi juga kami sampaikan kepada pengurus BUMNag Talago Kumbang Jaho yang telah bekerja keras melaksanakan budidaya bawang merah ini hingga sukses panen dengan hasil yang memuaskan,” ungkapnya.


 Keberhasilan panen bawang merah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi nagari, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Kabupaten Tanah Datar.


TPP INDONESIA | TPP PROV. SUMBAR | TPP KAB. TANAH DATAR